SULTENG, KLIKINDONESIA – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tojo Una-Una menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba Tahun 2025, Selasa (8/7/2025), di Balai Taman Nasional Kepulauan Togean.
Rapat ini dihadiri oleh berbagai elemen seperti Lurah Labiabae Fariz Latjuba, tokoh masyarakat, TNI/POLRI, Kejaksaan, Kementerian Agama, OPD, serta lembaga pendidikan. Fokus pembahasan adalah kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi ancaman peredaran narkoba, khususnya jenis “paket hemat” yang menyasar generasi muda.
Kepala BNN Tojo Una-Una Djohansah Rahman, S.Pd., menekankan perlunya komitmen kuat dalam aksi pencegahan dini. “Ancaman narkoba kian nyata, maka langkah-langkah proaktif harus segera dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penjabat Sekda Tojo Una-Una Alfian Matajeng, S.Pd., M.A.P., menyoroti aspek regulasi. “Perda Nomor 3 Tahun 2019 dan Perbup Nomor 21 Tahun 2021 sudah menjadi dasar hukum kita. Tinggal bagaimana kita memperkuat implementasinya,” tegasnya. Ia juga mendorong Forkopimcam berperan aktif di lapangan.
Kepala Kesbangpol Herlina Leonita, S.H., M.H., menambahkan pentingnya sinergi antara pemerintah, pendidikan, dan masyarakat. “Kita harus bentuk Forum Peduli Narkoba hingga tingkat desa. Tanpa dukungan anggaran dari Bappeda dan dinas-dinas, program ini tidak akan maksimal,” kata Herlina.
Hasil rapat meliputi pembentukan forum antinarkoba desa, edukasi melalui modul sekolah, serta sinkronisasi anggaran. Rapat ditutup dengan seruan memperkuat komitmen bersama demi Tojo Una-Una yang bebas narkoba.*[]
Penulis : BUDI DAKO
Editor : MAHMUD MARHABA
Sumber Berita: KLIK INDONESIA











