KLIKINDONESIA,TOUNA – Tim SAR gabungan belum menemukan Ferdiansyah (29), ABK Speedboat Mister Un, pada operasi hari keempat.
Pencarian ABK Speedboat Mister Un berlangsung di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Karena hasil masih nihil, tim menutup sementara operasi pada Senin (27/7/2026) sore. Namun, tim akan kembali mencari korban pada Selasa (28/7/2026) mulai pukul 05.00 Wita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, Sigit Labolong, menyampaikan perkembangan itu berdasarkan laporan Basarnas Gorontalo.
“Operasi SAR hari keempat ditutup sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 05.00 Wita,” kata Sigit melalui pesan WhatsApp, Senin (27/7/2026).
Menurut Sigit, tim SAR menyisir seluruh area yang masuk rencana pencarian. Setelah itu, unsur SAR melakukan evaluasi cuaca, arus, dan keselamatan personel.
Pada hari keempat, Basarnas mengerahkan dua Search and Rescue Unit atau SRU sejak pagi. SRU 1 memakai Rigid Inflatable Boat atau RIB 03 Gorontalo setelah briefing pukul 07.15 Wita.
Tim tiba di entry point sekitar pukul 09.40 Wita. Kemudian, mereka menyisir sejumlah sektor hingga pukul 12.40 Wita.
Setelah penyisiran, SRU 1 kembali ke Pelabuhan Marisa dan sandar pukul 15.05 Wita. Namun, tim belum memperoleh tanda keberadaan korban.
Sementara itu, SRU 2 memakai speedboat milik Sanctum Una-Una Dive Resort. Tim menyisir area terakhir yang menjadi dugaan titik korban. Mereka bergerak sejak pukul 07.40 Wita sampai 17.00 Wita. Namun, hasil pencarian masih nihil hingga operasi berakhir sementara.
Insiden bermula pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu, Speedboat Mister Un bertolak dari Sanctum Una-Una Dive Resort, Pulau Una-Una.
Kapal menuju Pelabuhan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Speedboat tersebut membawa 11 wisatawan mancanegara dan dua awak kapal.
Rencananya, kapal tiba di Pelabuhan Marisa sekitar pukul 11.00 Wita. Namun, hingga pukul 15.00 Wita, kapal tidak kunjung tiba.
Kemudian, Mimin, pemandu wisata Sanctum Una-Una Dive Resort, melapor ke Basarnas Gorontalo pukul 15.40 Wita. Laporan itu memicu pengerahan tim SAR gabungan ke Perairan Teluk Tomini.
Dari 13 orang di atas kapal, 12 orang selamat. Mereka terdiri atas 11 wisatawan mancanegara dan satu awak kapal. Namun, Ferdiansyah masih hilang hingga operasi hari keempat berakhir.
Operasi hari keempat melibatkan sedikitnya 19 personel dari berbagai unsur. Mereka berasal dari Tim Rescue Pos SAR Marisa, USS Ampana, Polairud Marisa, dan Pos Lanal Marisa.
Selain itu, tim Sanctum Una-Una Dive Resort juga ikut membantu pencarian. Tim memakai dua rescue car tipe II, satu RIB 03 Gorontalo, dan dua speedboat.
Mereka juga menggunakan drone thermal, perangkat komunikasi, perlengkapan medis, APD, dan perlengkapan SAR air. Meski cuaca cerah berawan, gelombang laut mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Selain itu, angin bergerak dengan kecepatan 10 hingga 20 knot. Karena itu, tim meningkatkan kewaspadaan selama penyisiran di Teluk Tomini.
Sigit mengatakan tim akan mengevaluasi operasi sebelum mereka memulai pencarian pada Selasa pagi. Selanjutnya, tim menyesuaikan pola pencarian dengan cuaca, arus laut, dan perkembangan lapangan.
Langkah itu bertujuan membuat pencarian Ferdiansyah berjalan lebih efektif. *[]
Penulis : Budi Dako
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co











