Pemdes Betaua Hibahkan Bandes ke Alkhairaat, Dana Rp135 Juta untuk Operasional MDA

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Silaturahmi Lebar Idul Fitri 1447 Hijriah/  2026 M,  di Pondok Taliban Abdan Lasawedi bersama para tokoh Tojo Una-Una, Rabu( 25 Maret  2026)

Silaturahmi Lebar Idul Fitri 1447 Hijriah/ 2026 M, di Pondok Taliban Abdan Lasawedi bersama para tokoh Tojo Una-Una, Rabu( 25 Maret 2026)

TOUNA, Klik Indonesia – Pemerintah Desa (Pemdes) Betaua, Kecamatan Tojo, memberikan hibah lahan Benda Milik Desa (Bandes) kepada pihak Alkhairaat. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di wilayah tersebut.

Selain menghibahkan lahan, Pemdes Betaua juga menyiapkan dana sebesar Rp135 juta. Dana tersebut bertujuan untuk mendukung operasional Madrasah Diniyah Alkhairaat (MDA) di Desa Betaua. Namun, hingga saat ini, hibah lahan tersebut belum memiliki dokumen resmi berupa surat penyerahan atau wakaf.

Meski demikian, langkah ini mencerminkan komitmen dan niat baik pemerintah desa. Masyarakat, termasuk keluarga Asrun Taurenta, turut mendukung penuh upaya pengembangan lembaga pendidikan keagamaan ini.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rincian Dana dan Status Lahan

Mantan Kepala Desa Betaua periode 2012, Ridwan, menjelaskan bahwa inisiatif pengembangan Alkhairaat sudah dimulai sejak masa kepemimpinannya. “Kami berharap pengembangan Alkhairaat Desa Betaua berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Ridwan, Jumat (27/3/2026).

Ia memaparkan bahwa pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah menyerahkan lahan seluas 1.200 meter persegi secara lisan. Lahan tersebut berbatasan langsung dengan tanah milik keluarga Asrun Taurenta. Sebelumnya, lahan ini masuk dalam rencana pembebasan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) oleh Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una.

Berdasarkan hasil penilaian, harga tanah mencapai Rp97.000 per meter persegi atau total Rp116,4 juta. Ridwan menambahkan, total dana Rp135 juta telah masuk ke rekening Masjid Desa Betaua. Dari jumlah tersebut, Rp116,4 juta merupakan pembayaran lahan, sementara Rp18 juta sisanya menjadi bantuan khusus operasional MDA melalui desa.

Rencana Penguatan Kelembagaan

Terkait penggunaan dana bantuan, Ridwan menyebutkan bahwa pemanfaatan tersebut masih menunggu penataan kelembagaan dari pemerintah desa. “Kepala Desa yang baru berencana menyegarkan kembali pengurus Alkhairaat. Setelah itu, kami akan melakukan musyawarah terkait pemanfaatan dana operasional MDA,” katanya.

Ridwan menegaskan bahwa pemberian lahan dan bantuan dana ini merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah desa dan keluarga Taurenta. Hal ini merupakan wujud niat tulus untuk memajukan lembaga pendidikan tersebut.

Di sisi lain, Aspan Taurenta menyampaikan bahwa secara administratif, lahan tersebut tetap merupakan aset desa. Oleh karena itu, hasil penyelesaian Bandes ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan operasional MDA di Desa Betaua, Kecamatan Tojo.

“Mengenai urusan persuratan, saya belum mengetahuinya karena tanah tersebut berbatasan dengan lahan kakak saya,” tambah Aspan.

Menanggapi hal itu, Ridwan membenarkan bahwa saat ini memang belum ada dokumen resmi penyerahan lahan. Walaupun demikian, ia memastikan bahwa pemerintah desa dan BPD telah bersepakat secara lisan untuk kepentingan Alkhairaat. Dukungan ini diharapkan mampu mengoptimalkan operasional MDA demi peningkatan pendidikan keagamaan masyarakat setempat.*[]

Penulis : BUDI DAKO

Editor : MAHMUD MARHABA

Sumber Berita: KLIK INDONESIA

Berita Terkait

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un
Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un
Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis
Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam
11 WNA Selamat dari Tenggelamnya SB Mister Un, Satu ABK Masih Dicari
Bupati Bangkep Lepas Mahasiswa KKN Unismuh Angkatan 40 di Tiga Kecamatan
Ilham Lawidu Cek Jalan dan Sawah di Mpoa, Infrastruktur dan Irigasi Jadi Prioritas
Fogging Cepat Dinkes Touna, Warga Uemalingku Apresiasi Bupati Ilham Lawidu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WIB

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Senin, 27 Juli 2026 - 20:33 WIB

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:06 WIB

Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:35 WIB

Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:39 WIB

11 WNA Selamat dari Tenggelamnya SB Mister Un, Satu ABK Masih Dicari

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan melaksanakan briefing sebelum memulai Operasi SAR hari kelima pencarian ABK Speedboat Mister Un di Perairan Teluk Tomini, Selasa (28/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:34 WIB

im SAR gabungan melakukan penyisiran di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (27/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Senin, 27 Jul 2026 - 20:33 WIB

Ilham S. Lawidu didampingi Kadis Pariwisata Asrin Soga dan Kepala Pelaksana BPBD Sigit Labolong memantau langsung pemeriksaan kesehatan terhadap 11 wisatawan asing yang selamat dari insiden tenggelamnya SB Mister Un, oleh tim medis RSUD Wakai di Sanctum Una-Una Dive Resort, Sabtu (25/7/2026).

TOUNA

Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:06 WIB

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Bupati Tojo Una-Una Ilham S. Lawidu yang berada di perairan Teluk Tomini, Pulau Una-Una, untuk memantau secara langsung perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban tenggelamnya Speedboat (SB) Mister Un, Sabtu malam (25/7/2026).

TOUNA

Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam

Minggu, 26 Jul 2026 - 07:35 WIB