TOUNA,KLIKINDONESIA-Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Touna,Sigit Labolong, S.STP,M.A.P.,menyoroti pentingnya penyusunan dokumen kajian risiko bencana (KRB) dalan upaya mitigasi bencana di Kabupaten Tojo Una-Una.
Hal ini disampaikan dalam acara konsultasi publik yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, S.Pd,M.A.P., di Gedung Auditorium Kantor Bupati, Selasa (11/11/2015)
Sigit Labolong menjelaskan bahwa Kabupaten Tojo Una-Una memiliki kondisi georgrafis dan geologis yang kompleks, sehingga rentan terhadap berbagai ancaman bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir dan tsunami.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karna itu dokumen KRB menjadi sangat krusial sebagai dasar perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan pengurangan risiko bencana.
Sekda Alfian Matajeng dalam sambutannya menekankan bahwa konsultasi publik ini bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan wadah penting untuk berbagi gagasan, pengetahuan, dan pengalaman dari berbagai pihak terkait.
Ia berharap dokumen KRB dapat disusun berdasarkan data yang valid, analisis ilmiah, serta partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan.
Dokumen KRB ini akan menjadi acuan dalam penataan ruang, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan ketahanan masyarakat terhadap bencana .
Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjadikan penanggulangan bencana sebagai bagian terintegrasi dari proses pembangunan.
Acara ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala perangkat daerah terkait, perwakilan instansi vertikal, TNI, Polri, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, camat, lurah, dan kepala desa.
Dengan semangat Sivia Patuju,diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi untuk mewujudkan Tojo Una-Una yang tangguh terhadap bencana.*[]
Penulis : BUDI DAKO
Editor : MAHMUD MARHABA
Sumber Berita: KLIK INDONESIA











