TOUNA,KLIKINDONESIA– Polemik antara oknum anggota Polres Tojo Una-Una dan seorang jurnalis berinisial JD akhirnya mereda. Kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan.
Momen rekonsiliasi ini berlangsung di ruang kerja Wakapolres Touna, Minggu (15/2/2026). Wakapolres Kompol Mulyadi memimpin langsung mediasi tersebut.
Sebelumnya, insiden dugaan intimidasi dan perampasan ponsel sempat memanaskan suasana pada Kamis lalu. Namun, berkat gerak cepat pimpinan Polres dan fasilitasi dari organisasi pers, titik temu berhasil dicapai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat menyayangkan insiden ini. Sejak isu mencuat, saya langsung perintahkan Propam untuk menyelidiki,” tegas Kompol Mulyadi.
Dalam mediasi tersebut, kedua pihak mengakui adanya kesalahan komunikasi (miskomunikasi) di lapangan. Mereka pun sepakat untuk saling memaafkan.
Mulyadi memastikan administrasi kesepakatan damai telah rampung. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran mahal bagi jajarannya.
“Anggota di lapangan wajib mengedepankan sikap humanis dan menghormati kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang,” pesannya.
Apresiasi PJS
Wasekjen DPP Pro Jurnalismedia Siber (PJS), Budi Dako, turut hadir menengahi. Ia mengapresiasi respons cepat Wakapolres, Kasi Humas, dan Propam dalam menangani dugaan arogansi oknum anggota.
“Penanganan persoalan ini sangat profesional. Seluruh pihak dipertemukan dalam mediasi yang sehat,” nilai Budi.
Budi berharap sinergitas antara Polri dan insan pers di Touna kembali harmonis. Ia juga mengingatkan wartawan untuk selalu berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam bertugas.
Pertemuan selama satu jam itu berakhir kondusif, menandai babak baru hubungan kemitraan yang lebih baik. (*)
Penulis : BUDI DAKO
Editor : MAHMUD MARHABA
Sumber Berita: KLIK INDONESIA











