Sekolah Rakyat Betaua, Harapan Memutus Rantai Kemiskinan di Touna

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 11:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan Sekolah Rakyat di Betaua, Kecamatan Tojo Siap Dibangun: Sertifikat Lengkap, Luas 9 Hektar Lebih. (ist)

Lahan Sekolah Rakyat di Betaua, Kecamatan Tojo Siap Dibangun: Sertifikat Lengkap, Luas 9 Hektar Lebih. (ist)

Oleh: Budi Dako

KABAR gembira berhembus dari Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna). Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) segera dimulai. Ini bukan sekadar proyek fisik biasa, melainkan tonggak sejarah baru bagi dunia pendidikan di Bumi Sivia Patuju.

Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban atas doa ribuan keluarga kurang mampu. Mereka yang selama ini terpinggirkan secara ekonomi (Desil 1-2), kini punya harapan baru. Anak-anak mereka berhak mendapatkan pendidikan berkualitas setara, tanpa terhalang biaya.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuan besarnya sangat mulia: memutus mata rantai kemiskinan. Pendidikan adalah eskalator sosial terbaik. Dengan bekal ilmu yang mumpuni, generasi muda Touna diharapkan mampu keluar dari jerat kesulitan ekonomi dan menjadi insan berdaya saing.

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Touna patut diacungi jempol. Persiapan lahan seluas 9 hektare lebih dengan sertifikat resmi membuktikan komitmen yang tak main-main. Dokumen legalitas, mulai dari bebas sengketa, PKKPR, AMDAL, hingga PBG, semua telah lengkap.

Kelengkapan dokumen ini bukan sekadar syarat administratif. Ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah siap menyambut program strategis nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menteri PU Dody Hanggodo pun telah mengonfirmasi kesiapan ini sebagai bagian dari readiness criteria konstruksi.

Bayangkan, sebuah kompleks pendidikan terpadu (SD, SMP, SMA) yang mampu menampung 1.080 siswa. Ini adalah investasi peradaban. Jika proyek ini sukses beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027, dampaknya akan terasa puluhan tahun ke depan.

Namun, pembangunan fisik hanyalah awal. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga kualitas pendidikan di dalamnya nanti. Guru-guru terbaik, kurikulum yang relevan, serta pengelolaan yang transparan harus menjadi prioritas selanjutnya.

Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat atas alokasi anggaran ini. Terima kasih juga kepada Bupati Ilham Lawidu yang sigap mengawal prosesnya.

Kini, tugas kita bersama—masyarakat dan pemerintah—adalah mengawal pembangunan ini agar berjalan lancar. Jangan biarkan ada kendala non-teknis yang menghambat. Sekolah Rakyat Betaua adalah milik kita, masa depan anak cucu kita. Mari kita jaga bersama. (*)

Penulis : BUDI DAKO

Editor : REDAKSI

Sumber Berita: KLIK INDONESIA

Berita Terkait

Dr Rizky Fahrurrozi dari Jaksa Fungsional Hingga Kajari Indragiri Hulu
Bupati Ilham Lawidu Perjuangkan 500 Bronjong Penanganan Banjir di Touna
Taruna Bakti Polri Dukung Sekolah Rakyat Bentuk Generasi Berkarakter di Touna
Layanan Kapal Perintis Touna Kembali Normal Layani Dua Rute
10 Kantor Koperasi Merah Putih Ampana Kota Segera Beroperasi
BPBD Touna Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Agustus 2026
Operasi SAR Speedboat Mister Un Ditutup, Keluarga Apresiasi Basarnas
Speedboat Mister Un Ditemukan, Tim SAR Masih Cari Motoris

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Dr Rizky Fahrurrozi dari Jaksa Fungsional Hingga Kajari Indragiri Hulu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Bupati Ilham Lawidu Perjuangkan 500 Bronjong Penanganan Banjir di Touna

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Taruna Bakti Polri Dukung Sekolah Rakyat Bentuk Generasi Berkarakter di Touna

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Layanan Kapal Perintis Touna Kembali Normal Layani Dua Rute

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:02 WIB

10 Kantor Koperasi Merah Putih Ampana Kota Segera Beroperasi

Berita Terbaru