Oleh: Agustiar dan Jumiati Borhan
(Mahasiswa Magister Kesehatan Masayarakat, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palu 2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
CAMPAK masi menjadi ancaman serius di Indonesia, terutama di wilayah yang mengalami kejadian luar biasa (KLB).
Upaya pencegahan dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini serta mengurangi angka kematian yang sebenarnya bisa dicegah.
Berdasarkan data dari Puskesmas Ampana Timur, Sulawesi Tengah, terdapat 22 kasus suspek campak dengan angka kematian nol.
Meski demikian, sebagian besar kasus tersebut terkait dengan rendahnya cakupan Imunisasi lengkap di masyarakat.
Imunisasi MR (Measles and Rubella) yang tepat waktu dan lengkap merupakan langkah utama dalam upaya pencegahan campak.
Pelaksanaan pencegahan dini dilakukan melalui berbagai langkah penting, antara lain:
Memberikan Imunisasi lengkap di fakultas kesehatan seperti. Puskemas, rumah sakit ,dan posyandu , serta memastikan cakupan imunisasi mencapai target yang optimal.
Melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) secara selektif maupun massal di wilayah yang terdampak atau berisiko tinggi, termasuk daerah yang mengalami KLB.
Mengintensifkan sweeping imunisasi rutin bulanan oleh petugas kesehatan agar semua anak memperoleh perlindungan terhadap virus campak.
Melakukan pengamatan ketat dan pelaporan perkembangan kasus secara berkala oleh petugas kesehatan dan tokoh masyarakat agar deteksi dini dan tindakan cepat dapat dilakukan.
Meningkatkan promosi perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Gejala awal campak yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi 38°C selama minimal tiga hari, ruam merah yang menyebar dari belakang telinga ke seluruh tubuh, batuk, pilek, mata merah, dan bercak keabuan khas di dalam pipi.
Virus campak menular melalui percikan air liur dan sekresi saluran pernapasan, mulai 4 hari sebelum timbulnya ruam hingga 4 hari setelahnya.
Penanganan dan pencegahan sejak dini sangat penting agar kasus campak tidak meluas menjadi KLB yang sulit dikendalikan.
Dengan pengawasan yang ketat dan kerja sama dari berbagai pihak, target Indonesia bebas campak serta menurunnya angka kematian akibat penyakit ini dapat tercapai.
Marilah kita tingkatkan kesadaran masyarakat, perkuat cakupan imunisasi, dan terapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya utama mencegah penyebaran campak sejak dini.
Dukungan aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan agar langkah pencegahan ini memberikan hasil maksimal dan masyarakat terlindungi dari risiko yang dapat dicegah.(*)
Penulis : REDAKSI
Editor : REDAKSI
Sumber Berita: KLIK INDONESIA











