Waspadai KLB Campak, Pentingnya Imunisasi dan Pencegahan Dini

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agustiar dan Jumiati Borhan (ist)

Agustiar dan Jumiati Borhan (ist)

Oleh: Agustiar dan Jumiati Borhan

(Mahasiswa Magister Kesehatan Masayarakat, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palu 2026)

 

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

CAMPAK masi menjadi ancaman serius di Indonesia, terutama di wilayah yang mengalami kejadian luar biasa (KLB).

Upaya pencegahan dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini serta mengurangi angka kematian yang sebenarnya bisa dicegah.

Berdasarkan data dari Puskesmas Ampana Timur, Sulawesi Tengah, terdapat 22 kasus suspek campak dengan angka kematian nol.

Meski demikian, sebagian besar kasus tersebut terkait dengan rendahnya cakupan Imunisasi lengkap di masyarakat.

Imunisasi MR (Measles and Rubella) yang tepat waktu dan lengkap merupakan langkah utama dalam upaya pencegahan campak.

Pelaksanaan pencegahan dini dilakukan melalui berbagai langkah penting, antara lain:

Memberikan Imunisasi lengkap di fakultas kesehatan seperti. Puskemas, rumah sakit ,dan posyandu , serta memastikan cakupan imunisasi mencapai target yang optimal.

Melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) secara selektif maupun massal di wilayah yang terdampak atau berisiko tinggi, termasuk daerah yang mengalami KLB.

Mengintensifkan sweeping imunisasi rutin bulanan oleh petugas kesehatan agar semua anak memperoleh perlindungan terhadap virus campak.

Melakukan pengamatan ketat dan pelaporan perkembangan kasus secara berkala oleh petugas kesehatan dan tokoh masyarakat agar deteksi dini dan tindakan cepat dapat dilakukan.

Meningkatkan promosi perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Gejala awal campak yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi 38°C selama minimal tiga hari, ruam merah yang menyebar dari belakang telinga ke seluruh tubuh, batuk, pilek, mata merah, dan bercak keabuan khas di dalam pipi.

Virus campak menular melalui percikan air liur dan sekresi saluran pernapasan, mulai 4 hari sebelum timbulnya ruam hingga 4 hari setelahnya.

Penanganan dan pencegahan sejak dini sangat penting agar kasus campak tidak meluas menjadi KLB yang sulit dikendalikan.

Dengan pengawasan yang ketat dan kerja sama dari berbagai pihak, target Indonesia bebas campak serta menurunnya angka kematian akibat penyakit ini dapat tercapai.

Marilah kita tingkatkan kesadaran masyarakat, perkuat cakupan imunisasi, dan terapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya utama mencegah penyebaran campak sejak dini.

Dukungan aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan agar langkah pencegahan ini memberikan hasil maksimal dan masyarakat terlindungi dari risiko yang dapat dicegah.(*)

Penulis : REDAKSI

Editor : REDAKSI

Sumber Berita: KLIK INDONESIA

Berita Terkait

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un
Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un
Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis
Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam
11 WNA Selamat dari Tenggelamnya SB Mister Un, Satu ABK Masih Dicari
Bupati Bangkep Lepas Mahasiswa KKN Unismuh Angkatan 40 di Tiga Kecamatan
Ilham Lawidu Cek Jalan dan Sawah di Mpoa, Infrastruktur dan Irigasi Jadi Prioritas
Fogging Cepat Dinkes Touna, Warga Uemalingku Apresiasi Bupati Ilham Lawidu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WIB

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Senin, 27 Juli 2026 - 20:33 WIB

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:06 WIB

Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:35 WIB

Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:39 WIB

11 WNA Selamat dari Tenggelamnya SB Mister Un, Satu ABK Masih Dicari

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan melaksanakan briefing sebelum memulai Operasi SAR hari kelima pencarian ABK Speedboat Mister Un di Perairan Teluk Tomini, Selasa (28/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:34 WIB

im SAR gabungan melakukan penyisiran di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (27/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Senin, 27 Jul 2026 - 20:33 WIB

Ilham S. Lawidu didampingi Kadis Pariwisata Asrin Soga dan Kepala Pelaksana BPBD Sigit Labolong memantau langsung pemeriksaan kesehatan terhadap 11 wisatawan asing yang selamat dari insiden tenggelamnya SB Mister Un, oleh tim medis RSUD Wakai di Sanctum Una-Una Dive Resort, Sabtu (25/7/2026).

TOUNA

Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:06 WIB

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Bupati Tojo Una-Una Ilham S. Lawidu yang berada di perairan Teluk Tomini, Pulau Una-Una, untuk memantau secara langsung perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban tenggelamnya Speedboat (SB) Mister Un, Sabtu malam (25/7/2026).

TOUNA

Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam

Minggu, 26 Jul 2026 - 07:35 WIB