TOUNA – Anggota Komisi XI DPR RI yang juga Wakil Ketua Banggar DPR RI, Muhidin M. Said, menyerap aspirasi masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) dalam agenda reses, Selasa (28/4/2026). Kunjungan ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan terkait pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Touna Ilham Lawidu, Ketua DPRD Gusnar A. Suleman, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, Bupati Ilham Lawidu menyampaikan apresiasi atas perhatian Muhidin terhadap pembangunan Touna.
Bantuan Perumahan dan Sektor Unggulan
Bupati Ilham Lawidu mengungkapkan, pada tahun 2026 Touna menerima bantuan perumahan sebanyak 300 unit. Sebanyak 200 unit di antaranya merupakan hasil aspirasi Muhidin M. Said, sementara 100 unit lainnya berasal dari program Kementerian Perumahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain perumahan, daerah juga memperoleh dukungan sektor perikanan berupa bantuan perahu, serta bantuan untuk sektor pertanian. Meski anggaran pusat dikelola melalui balai, manfaat program-program tersebut dipastikan langsung dirasakan masyarakat.
Koperasi Merah Putih dan Program SPPG
Muhidin M. Said menjelaskan adanya perubahan sistem pengelolaan keuangan negara. Saat ini, anggaran yang sebelumnya ditransfer langsung ke daerah, kini diarahkan ke pusat untuk membiayai program prioritas nasional.
“Pemerintah pusat menyalurkan kembali dana tersebut ke daerah melalui program seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Muhidin.
Program MBG memiliki alokasi anggaran fantastis, mencapai Rp335 triliun. Anggaran ini disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan ini juga mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap desa.
Koperasi ini akan didukung permodalan dari negara melalui dana desa. Fungsinya tidak lagi konvensional, melainkan sebagai pusat ekonomi desa yang mengelola, memasarkan, dan mendistribusikan hasil pertanian masyarakat.
“Pemerintah ingin Koperasi Merah Putih dikelola desa untuk kepentingan rakyat. Hasil pertanian masyarakat nantinya dapat dipasarkan melalui koperasi tersebut,” tegasnya.
Proyek “Sekolah Rakyat” Internasional
Kabar menggembirakan lainnya, Muhidin memastikan pembangunan proyek “Sekolah Rakyat” akan segera direalisasikan di Touna, Sigi, dan Parigi Moutong. Investasi pembangunan sekolah di Touna saja diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp200 miliar.
Pembangunan direncanakan mulai pada Oktober 2026 dengan mekanisme tender yang dilakukan pemerintah pusat melalui BUMN.
“Sekolah Rakyat ini akan menjadi sekolah berstandar internasional,” jelas Muhidin.
Menutup kegiatan, perwakilan warga melalui Umar K. Ato menyampaikan usulan terkait kebutuhan air bersih untuk PDAM Ue Tanah. Ia berharap dukungan pusat melalui DPR RI dapat membantu mengatasi masalah berkurangnya debit air di sumber tersebut. (*)
Penulis : Budi Dako
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co











