Selama Laut Masih Memberi, Rahman dan Senja yang Menyimpan Harapan

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi : Nelayan Tojo Una- una di atas perahu yang mengantar mereka mengarungi laut untuk mencari nafkah.

Ilustrasi : Nelayan Tojo Una- una di atas perahu yang mengantar mereka mengarungi laut untuk mencari nafkah.

 (Edisi II)

Oleh: Budi Dako

FAJAR  belum sepenuhnya merekah ketika Rahman (62) telah berdiri di tepi pantai. Dalam cahaya yang masih samar, ia mendorong perahu kayunya perlahan ke laut. Tak ada yang membantunya. Hanya suara ombak kecil, angin asin yang berhembus lembut, dan langkah tuanya yang tetap teguh.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perahu itu sudah menua, sama seperti pemiliknya. Catnya memudar, kayunya mulai lapuk, dan mesinnya kerap tersendat sebelum akhirnya menyala. Namun, keduanya masih setia berlayar, menantang hari demi hari.

Bagi Rahman, laut bukan sekadar tempat mencari nafkah. Laut adalah rumah kedua, tempat ia menggantungkan hidup, membesarkan anak-anak, dan menyimpan begitu banyak kenangan. Di sanalah ia belajar bahwa hidup kadang memberi, kadang menguji.

“Kadang sehari di laut, hasilnya tidak cukup untuk belanja besok,” ujarnya pelan.

Jaringnya penuh tambalan. Benang-benangnya mulai rapuh dimakan usia. Mesin perahunya pun sering mogok di tengah laut. Namun, Rahman tak pernah benar-benar berhenti melaut. Bukan karena ia tak lelah, tetapi karena ia masih percaya bahwa harapan selalu ada, sekecil apa pun.

Di rumah sederhana di tepi pantai, istrinya selalu menunggu. Setiap sore, perempuan itu duduk di beranda, menatap laut dengan pandangan yang sama dari tahun ke tahun. Menanti perahu tua itu kembali. Kadang Rahman pulang membawa ikan, kadang hanya membawa tubuh yang lelah. Tak jarang pula ia hanya diam, karena tak semua kegelisahan mampu diterjemahkan menjadi kata-kata. Namun bagi istrinya, kepulangan Rahman dengan selamat adalah rezeki terbesar.

Anak-anak mereka telah lama pergi merantau. Mereka memilih meninggalkan kampung halaman dan laut yang tak lagi menjanjikan masa depan yang pasti. Rahman memahami pilihan itu.

“Kalau mereka bisa hidup lebih baik di tempat lain, saya ikut senang,” katanya. Ia tak ingin anak-anaknya mewarisi kehidupannya yang penuh ketidakpastian.

Tetapi untuk dirinya sendiri, laut adalah bagian yang tak mungkin dilepaskan. Meninggalkan laut, bagi Rahman, sama seperti meninggalkan sebagian dari jiwanya.

Di tengah perjuangan nelayan seperti Rahman, setitik harapan mulai tumbuh. Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una tengah menggulirkan Program Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Podi dan Tete B, Kecamatan Ampana Tete. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penataan kawasan, penguatan sarana usaha, dan pemberdayaan ekonomi nelayan.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga membuka ruang investasi. Melalui Perusahaan Daerah Tojo Una-Una, investor asal Dubai mulai melirik potensi besar sektor perikanan, pertanian, dan energi terbarukan di wilayah ini. Bagi masyarakat pesisir, kabar tersebut membawa harapan baru. Harapan bahwa kehidupan mereka suatu hari akan menjadi lebih baik.

Namun bagi Rahman, perubahan itu masih terasa seperti perahu di cakrawala—terlihat, tetapi belum benar-benar merapat.

Sore itu, Rahman kembali lebih awal. Perahunya nyaris kosong. Ia duduk di tepi perahu, menatap laut yang perlahan berubah warna menjadi jingga. Wajahnya memancarkan kelelahan, tetapi matanya masih menyimpan keyakinan.

“Selama laut masih memberi, walau hanya sedikit, saya akan tetap pergi,” katanya lirih.

Kalimat itu sederhana, tetapi memuat seluruh perjalanan hidupnya. Rahman adalah potret nelayan kecil yang tetap teguh bertahan di tengah zaman yang terus berubah. Di tengah hasil tangkapan yang tak menentu, alat yang serba terbatas, dan usia yang kian menua, ia tetap setia pada laut.

Setiap pagi ia berangkat membawa harapan. Setiap senja ia pulang, membawa apa yang diberikan laut hari itu. Dan selama laut masih memberi, Rahman akan terus melaut—menjaga harapan, menjemput rezeki, dan menanti perubahan benar-benar berlabuh di pantai tempat ia menghabiskan hidupnya. *[]

Penulis : Budi Dako

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Klik Indonesia.co

Berita Terkait

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un
Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un
Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis
Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam
11 WNA Selamat dari Tenggelamnya SB Mister Un, Satu ABK Masih Dicari
Bupati Bangkep Lepas Mahasiswa KKN Unismuh Angkatan 40 di Tiga Kecamatan
Ilham Lawidu Cek Jalan dan Sawah di Mpoa, Infrastruktur dan Irigasi Jadi Prioritas
Fogging Cepat Dinkes Touna, Warga Uemalingku Apresiasi Bupati Ilham Lawidu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WIB

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Senin, 27 Juli 2026 - 20:33 WIB

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:06 WIB

Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:35 WIB

Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:39 WIB

11 WNA Selamat dari Tenggelamnya SB Mister Un, Satu ABK Masih Dicari

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan melaksanakan briefing sebelum memulai Operasi SAR hari kelima pencarian ABK Speedboat Mister Un di Perairan Teluk Tomini, Selasa (28/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:34 WIB

im SAR gabungan melakukan penyisiran di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (27/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Senin, 27 Jul 2026 - 20:33 WIB

Ilham S. Lawidu didampingi Kadis Pariwisata Asrin Soga dan Kepala Pelaksana BPBD Sigit Labolong memantau langsung pemeriksaan kesehatan terhadap 11 wisatawan asing yang selamat dari insiden tenggelamnya SB Mister Un, oleh tim medis RSUD Wakai di Sanctum Una-Una Dive Resort, Sabtu (25/7/2026).

TOUNA

Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:06 WIB

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Bupati Tojo Una-Una Ilham S. Lawidu yang berada di perairan Teluk Tomini, Pulau Una-Una, untuk memantau secara langsung perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban tenggelamnya Speedboat (SB) Mister Un, Sabtu malam (25/7/2026).

TOUNA

Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam

Minggu, 26 Jul 2026 - 07:35 WIB