KLIKINDONESIA.CO,TOUNA– BPBD Tojo Una-Una mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis. Fenomena ini diprediksi terjadi pada Dasarian II Juli 2026 atau 11–20 Juli 2026.
Pemerintah daerah kini meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau. Hal ini bertujuan mencegah krisis air bersih dan risiko kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
Langkah Antisipasi BPBD
Kepala Pelaksana BPBD Tojo Una-Una, Sigit Labolong, menegaskan langkah strategis ini. Peringatan tersebut mengacu pada data Balai Besar BMKG Wilayah IV tertanggal 10 Juli 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami telah mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat koordinasi lintas sektor,” ujar Sigit kepada media ini, Sabtu (11/7/2026).
BPBD juga menyiagakan armada distribusi air bersih untuk warga. Surat pemberitahuan telah dikirimkan kepada Bupati, DPRD, hingga unsur Forkopimda. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah terkait.
Selain itu, BPBD terus berkoordinasi dengan instansi teknis lainnya. Mereka rutin memantau kondisi cuaca dan mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem.
Ancaman Karhutla dan Imbauan Masyarakat
Cuaca kering membawa risiko besar bagi wilayah setempat. Selain krisis air, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini meningkat drastis.
BPBD meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, warga dilarang membuang puntung rokok sembarangan di area mudah terbakar.
“Pencegahan adalah langkah paling efektif saat ini,” tegas Sigit.
Sigit mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan bersama-sama. Ia menekankan bahwa kesadaran warga adalah kunci utama mencegah bencana selama musim kemarau.
Pentingnya Sinergi Semua Pihak
Warga juga diimbau menggunakan air secara bijak dan hemat. Segera lapor ke pemerintah desa jika kesulitan memperoleh akses air bersih.
Keberhasilan mitigasi bencana membutuhkan dukungan semua pihak. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, pelaku usaha, dan masyarakat sangat krusial.
Pemerintah daerah berharap dampak kekeringan bisa ditekan seminimal mungkin. Harapannya, aktivitas sosial dan ekonomi warga tetap berjalan lancar meski musim kemarau melanda.*[]
Penulis : Budi Dako
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co











