GORONTAL, KLIKINDONESIA -Kabupaten Tojo Una-Una di Sulawesi Tengah, dikenal dengan kekayaan budaya yang unik, khususnya perpaduan harmonis antara budaya lokal dan budaya Gorontalo.
Kehadiran sekitar 30 persen masyarakat asli Gorontalo di Tojo Una-Una telah menciptakan ikatan budaya yang kuat dan berkelanjutan.
Hal ini terlihat jelas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, dari adat istiadat hingga tradisi sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, dalam program Pesona Nusantara di studio Programa 4 RRI Gorontalo, menekankan penerimaan yang baik terhadap adat istiadat Gorontalo oleh pemerintah dan masyarakat Tojo Una-Una.
“Dalam acara pernikahan maupun seremonial, adat Gorontalo selalu ditampilkan.
Bahkan dalam dunia politik, Ketua DPRD dan beberapa Wakil Ketua memiliki garis keturunan Gorontalo,”ungkap Bupati yang istrinya sendiri berasal dari Gorontalo.
Hal ini menunjukkan integrasi budaya yang telah berlangsung lama dan diterima secara luas.
Perpaduan budaya ini bukan hanya terlihat dalam upacara adat dan bahasa, tetapi juga dalam tradisi sehari-hari, seperti kuliner, musik daerah, dan nilai-nilai kekeluargaan.
Proses pernikahan, misalnya, seringkali mengutamakan adat Gorontalo.
“Setiap acara pernikahan keluarga kami selalu mengedepankan adat Gorontalo,”tambah Bupati Lawidu, Jumat (18/7/25).
Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una secara aktif melestarikan warisan budaya ini melalui program pengembangan adat dan pengembangan adat religi.
Kehadiran masyarakat Gorontalo di Tojo Una-Una tidak hanya memperkaya khazanah budaya, tetapi juga turut menyebarkan agama Islam.
Perayaan Hari Ketupat, misalnya, diwajibkan dan dianggarkan setiap tahun.
Tradisi penyambutan tamu dengan adat Gorontalo juga tetap dilestarikan.
Perpaduan budaya ini telah menciptakan identitas daerah yang inklusif dan kaya akan nilai-nilai budaya.*[]
Penulis : BUDI DAKO
Editor : MAHMUD MARHABA
Sumber Berita: KLIK INDONESIA











