JAKARTA, KLIKINDONESIA – Reconnect,sebuah inisiatif yang fokus membangun koneksi bermakna antara manusia dan alam, hari ini resmi bergabung dengan program “Wonderful Indonesia”Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Deputi Bidang Pemasaran, Made Ayu Marthini, menandai pengakuan resmi atas kontribusi Reconnect dalam memajukan pariwisata Indonesia, khususnya di daerah-daerah terpencil.
Keterlibatan Reconnect dalam Wonderful Indonesia merupakan simbol kolaborasi pemerintah dengan inisiatif akar rumput yang berdampak nyata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari awal berdiri, Reconnect telah membangun infrastruktur secara mandiri di pulau-pulau terpencil, menghadirkan pengalaman wisata autentik yang menyentuh hati pengunjung dari seluruh dunia.
Mereka fokus membangun koneksi antara manusia dan alam, tamu dan tuan rumah, keheningan dan keindahan, tanpa mengejar kemewahan semata.
“Ini bukan pencapaian pribadi,” ungkap pihak Reconnect.

Ini ini tambahnya merupakan hasil dari proses panjang, membangun infrastruktur mandiri di pulau terpencil, hingga menghadirkan pengalaman berbeda bagi tamu dunia.
“Mereka tetap teguh melangkah, meskipun bukan nama besar di industri pariwisata,”ungkapnya lagi.
Ketekunan dan prinsip mereka yang tak tergoyahkan oleh tren sesaat, kini diakui secara resmi.
Dengan bergabungnya Reconnect, terbuka jalan baru untuk menjangkau lebih luas, menginspirasi lebih banyak pihak,dan menghadirkan bentuk baru pariwisata yang berkelanjutan dan berjiwa.
Pihak Reconnect menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, baik yang bekerja langsung maupun di balik layar.
Setiap langkah kecil, setiap kerja sunyi, kini menjadi bagian dari langkah besar bersama.
“Masih banyak pekerjaan di depan, namun hari ini kami berjalan lebih jauh,dengan fondasi yang lebih kuat,” tambah mereka.
Reconnect siap menulis babak baru perjalanan mereka, dari upaya kecil yang lahir dari idealisme, menjadi bagian dari gerakan besar membentuk wajah pariwisata Indonesia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan membumi.*[]
Penulis : Budi Dako
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia











