Menembus Jalan Panjang, Meneguhkan Komitmen : Perjalanan Ketum PJS di Tanah Sulawesi Tengah

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 13:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


Ketum PJS Mahmud Marhaba bersama pengurus DPC: Jefriyanto (Ketua DPC Touna) Muis dan Rival (Banggai), Victor (Bangkep) Bang Nursabdin (Banggai Laut), Ruslan (Buol) dan Marwan, yang kini dipercaya sebagai Plt DPC Kota Palu.

Ketum PJS Mahmud Marhaba bersama pengurus DPC: Jefriyanto (Ketua DPC Touna) Muis dan Rival (Banggai), Victor (Bangkep) Bang Nursabdin (Banggai Laut), Ruslan (Buol) dan Marwan, yang kini dipercaya sebagai Plt DPC Kota Palu.

Refleksi Perjalanan dan Pengabdian — oleh Mahmud Marhaba, Ketua Umum PJS

Sulawesi Tengah selalu punya kisah yang tak biasa. Di balik pegunungan yang memanjang, jalan berliku, dan laut biru yang membatasi pulau-pulau, ada semangat yang tumbuh — semangat untuk membangun, menguatkan, dan menegakkan marwah organisasi wartawan di seluruh pelosok negeri.

Pekan lalu, saya menempuh perjalanan panjang dari Kota Palu menuju tiga kabupaten: Tojo Una-una (Touna),Banggai, dan Banggai Kepulauan (Bangkep).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan darat itu memakan waktu sekitar sebelas jam, melewati Parigi Moutong dan Poso. Meski melelahkan, setiap kilometer perjalanan menyimpan cerita, tawa, dan makna yang sulit dilupakan.

Dari Cerita Menjadi Jejak Nyata

Sejak kecil, saya hanya mengenal Poso lewat berita dan cerita. Kini, saya menyaksikannya dengan mata kepala sendiri — sebuah daerah indah yang dihuni oleh masyarakat beragam agama dan budaya yang hidup berdampingan dengan damai.

Di sanalah berdiri Pondok Pesantren Jontor, salah satu pesantren legendaris di tanah Sulawesi yang telah melahirkan banyak santri tangguh dan berilmu.

Pagi itu, sekitar pukul 10.00 WITA, saya berangkat menuju Touna bersama Marwan — wartawan asal Palu berambut gondrong yang penuh semangat. Baru pertama kali bertemu, tapi rasanya seperti sudah lama bersahabat.

Bersama kami juga ikut, Selfie, wartawati yang kini menerukan titian jejak jurnalis suaminya yang meninggal saat berada di Jakarta bebebrapa waktu lalu.

Ia bersama anaknya yang masih kecil yang diharapkan dapat meneruskan profesi ayahnya.

Sepanjang perjalanan, kami berbincang tentang dunia pers, tantangan di lapangan, dan harapan besar bagi masa depan jurnalisme daerah.

Marwan bukan sekadar rekan perjalanan, ia juga menjadi saksi setiap langkah perjalanan saya selama kunjungan kerja di Sulawesi Tengah.

Dari Touna hingga Banggai Kepulauan, ia terus mendampingi, bersama rekan-rekan pengurus DPC yang penuh dedikasi.

Membenahi, Menguatkan, dan Menyelamatkan

Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan silaturahmi. Saya datang memenuhi undangan DPC untuk memberikan materi seminar bertajuk Strategi Aparatur Pemerintah Menangkal Gerakan Wartawan Abal-abal.

Sebuah tema yang sangat relevan di tengah maraknya oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan untuk menekan atau memeras kepala desa dan kepala sekolah.

Fenomena seperti ini mencederai profesi yang sejatinya mulia.

Selain seminar, para pengurus di tiga kabupaten juga menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pertama mereka — sebuah tonggak penting dalam pembentukan struktur PJS di daerah.

Namun, ketidakhadiran Ketua dan Pengurus DPD Sulawesi Tengah tanpa konfirmasi membuat situasi menjadi pelik. Tidak ada mandat, tidak ada kepastian.

Sebagai Ketua Umum, saya tidak punya banyak pilihan. Saya mengambil alih kendali dan memimpin langsung jalannya Muscab, agar semangat teman-teman di daerah tidak padam.

Saya sadar langkah ini berat, tapi lebih berat lagi membiarkan kerja keras pengurus DPC sia-sia.

Di depan Bupati, Wakil Bupati, dan unsur Forkopimda, acara tetap berjalan dengan tertib dan bermartabat.

Bagi saya, keputusan ini bukan soal kekuasaan. Ini soal tanggung jawab — tentang menjaga wajah organisasi agar tetap bersinar di tengah keterbatasan dan ujian. Karena organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu berdiri tegak bahkan di saat sulit.

Kebersamaan yang Menyatu dalam Satu Rumah

Perjalanan ke empat daerah di Sulawesi Tengah ini meninggalkan banyak kenangan berharga. Dalam perjalanan, kami bukan hanya berbagi tugas, tapi juga tawa dan cerita. Rasanya seperti satu keluarga besar yang menyatu dalam rumah bernama PJS.

Saya mengenal lebih dekat para pengurus DPC: Bang Jefriyanto (Ketua DPC Touna) yang tegas namun ramah,
Bang Muis dan Bang Rival (Banggai) yang penuh semangat, Bang Victor (Bangkep) yang berdedikasi, Bang Nursabdin (Banggai Laut) yang visioner, Bang Ruslan (Buol) yang tangguh, serta Bang Marwan, yang kini dipercaya sebagai Plt DPC Kota Palu.

Bang Aat, Penasehat DPC Banggai yang mendampingi selalu saat di Luwuk. Tak lupa, Wasekjen DPP Bang Budi Dako, sosok energik yang terus menggerakkan PJS di Sulawesi Tengah.

Mereka adalah wajah-wajah muda yang memancarkan semangat baru — semangat membangun organisasi dengan hati, dengan kerja, dan dengan kebersamaan.

Hikmah di Balik Perjalanan

Sehari setelah saya tiba kembali di Jakarta, kabar duka datang. Jalur darat yang kami lalui sehari sebelumnya tertutup akibat longsor. Beberapa jembatan rusak dihantam banjir bandang.

Jalur Palu–Touna yang kemarin kami lintasi dengan aman, kini tak lagi bisa dilewati.

Saya terdiam cukup lama. Teringat wajah-wajah sahabat seperjalanan, dan bagaimana kami tertawa di sepanjang jalan itu. Sungguh, hanya karena pertolongan Tuhan kami bisa selamat. Setiap langkah dalam perjalanan ini terasa sebagai anugerah, setiap pertemuan menjadi pengingat betapa pentingnya rasa syukur.

Perjalanan ini memberi saya pelajaran berharga: bahwa tanggung jawab, jika dijalankan dengan tulus,selalu menemukan jalannya sendiri.

Bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, melainkan peluang untuk membuktikan keikhlasan.

Mari kita terus menjaga semangat ini. Jangan mengeluh dalam keterbatasan, jangan mundur dalam tekanan.

Karena apa yang kita lakukan bukan semata untuk organisasi, tetapi untuk mengangkat derajat wartawan Indonesia agar semakin kompeten dan profesional.

Mari berdoa untuk masyarakat Sulawesi Tengah agar bencana ini segera berlalu, dan kehidupan bisa kembali pulih.

Dan semoga PJS terus menjadi rumah besar yang menumbuhkan harapan, memperjuangkan kebenaran, dan menghadirkan berkah bagi banyak orang.

Salam hangat,
PJS Rumah Kita.

Penulis : REDAKSI

Editor : MAHMUD MARHABA

Sumber Berita: KLIK INDONESIA

Berita Terkait

Dr Rizky Fahrurrozi dari Jaksa Fungsional Hingga Kajari Indragiri Hulu
Bupati Ilham Lawidu Perjuangkan 500 Bronjong Penanganan Banjir di Touna
Taruna Bakti Polri Dukung Sekolah Rakyat Bentuk Generasi Berkarakter di Touna
Layanan Kapal Perintis Touna Kembali Normal Layani Dua Rute
10 Kantor Koperasi Merah Putih Ampana Kota Segera Beroperasi
BPBD Touna Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Agustus 2026
Operasi SAR Speedboat Mister Un Ditutup, Keluarga Apresiasi Basarnas
Speedboat Mister Un Ditemukan, Tim SAR Masih Cari Motoris

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Dr Rizky Fahrurrozi dari Jaksa Fungsional Hingga Kajari Indragiri Hulu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Bupati Ilham Lawidu Perjuangkan 500 Bronjong Penanganan Banjir di Touna

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Taruna Bakti Polri Dukung Sekolah Rakyat Bentuk Generasi Berkarakter di Touna

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Layanan Kapal Perintis Touna Kembali Normal Layani Dua Rute

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:02 WIB

10 Kantor Koperasi Merah Putih Ampana Kota Segera Beroperasi

Berita Terbaru