TOUNA, KLIKINDONESIA — Kawasan transmigrasi Padauloyo di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) berpotensi mengalami lompatan pembangunan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan Universitas Diponegoro (Undip). Kolaborasi ini terbangun lewat Focus Group Discussion (FGD) Program Ekspedisi Patriot 2025 yang digelar Selasa, 18 November 2025.
Asisten III Pemkab Touna, Alimudin Mohammad, membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya dukungan akademisi dalam penyusunan kebijakan pembangunan. “Kami sangat mendukung program ini karena sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat yang religius, maju, adil, dan sejahtera berbasis sektor unggulan yang berkelanjutan,” ujarnya.
FGD ini dirancang untuk melahirkan cetak biru pengembangan kawasan transmigrasi dengan pendekatan terstruktur, terukur, dan berbasis data. Pembahasan berfokus pada peningkatan infrastruktur, optimalisasi sumber daya alam, penguatan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di Padauloyo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Seluruh pihak berharap hasil kajian dapat memberikan nilai tambah nyata bagi perkembangan kawasan transmigrasi.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Touna, Taufan H. Tandri, turut hadir bersama jajaran OPD terkait. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti rekomendasi akademis. “Hasil FGD ini akan menjadi panduan strategis dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan,” katanya.
Pemkab Touna optimistis kolaborasi bersama perguruan tinggi akan memperkuat perencanaan pembangunan dan mendorong terciptanya masyarakat yang produktif, mandiri, dan sejahtera di kawasan transmigrasi Padauloyo.*[]
Penulis : BUDI DAKO
Editor : MAHMUD MARHABA
Sumber Berita: KLIK INDONESIA













Komentar