TOUNA,KLIKINDONESIA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tojo Una-Una, Mohamad Asfan Supu, menegaskan pembangunan tanggul penahan ombak di pesisir Kelurahan Malotong dan Pantai Ue Nguri Kelurahan Bailo akan direalisasikan pada tahun 2026. Kepastian itu disampaikan saat ia meninjau lokasi bencana pada Senin (8/12/2025), setelah menerima instruksi langsung dari Bupati Ilham Lawidu.
“Rencana pembangunan tanggul di kedua lokasi itu akan direalisasikan tahun depan. Kami akan berkoordinasi dengan Balai Sungai Provinsi dan pasti akan melaksanakannya,” ujar Asfan Supu.
Peninjauan itu dilakukan bersama Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Faisal Sanang, dan jajaran PUPR. Asfan menemukan langsung kondisi warga yang terdampak banjir rob di dua kelurahan tersebut. Ia juga bertemu Lurah Bailo Baru, Abidin, S.Sos, serta warga Dusun Ue Nguri untuk menilai dampak bencana dan menyiapkan langkah penanganan yang lebih konkret.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asfan mengakui minimnya laporan resmi sebelumnya dan meminta warga untuk menyampaikan keluhan secara langsung ke Dinas PUPR, bukan hanya melalui media sosial.
Banjir rob diketahui rutin melanda wilayah Malotong dan Bailo setiap Desember. Warga seperti Bahrun dan Mama Suci menuturkan bahwa 27 rumah di Ue Nguri serta lima rumah di Malotong kembali terdampak pada Minggu kemarin. Mereka juga mengaku telah mengusulkan pembangunan tanggul sejak 2019 ke PUPR, BPBD, DPRD hingga Bupati, namun janji pembangunan pada 2024 tidak terealisasi.
“Kami setiap kali memasuki bulan Desember mulai merasa khawatir, bahkan memasak saja kesulitan karena rumah dihantam banjir rob. Semoga dengan pemerintahan saat ini, tanggul segera dibangun,” ujar Mama Suci.
Warga mengapresiasi kunjungan langsung Kadis PUPR yang dinilai berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mereka berharap realisasi tanggul 2026 benar-benar menjadi solusi permanen bagi pesisir Tojo Una-Una.*[]
Penulis : BUDI DAKO
Editor : MAHMUD MARHABA
Sumber Berita: KLIK INDONESIA











