Kemarau Panjang, Krisis Air Bersih Mengancam Warga Ampana

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tojo Una-Una menerapkan sistem buka tutup aliran air di sejumlah wilayah guna memaksimalkan distribusi kepada pelanggan.

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tojo Una-Una menerapkan sistem buka tutup aliran air di sejumlah wilayah guna memaksimalkan distribusi kepada pelanggan.

TOUNA, KLIKINDONESIA – Warga Kota Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, terancam krisis air bersih akibat menurunnya debit air baku di Intake (INTEK) Saluaba. Kondisi tersebut dipicu musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan pasokan air ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) tidak berjalan optimal.

Sebagai langkah antisipasi, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tojo Una-Una menerapkan sistem buka tutup aliran air di sejumlah wilayah guna memaksimalkan distribusi kepada pelanggan.

Pelaksana Tugas Direktur PDAM UE Tanah Tojo Una-Una, Mukmin Latjuba, mengatakan penurunan debit air baku berdampak langsung pada operasional IPA di Kota Ampana.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Air baku di INTEK Saluaba saat ini tidak mampu mengisi seluruh IPA. Bahkan dua IPA terpaksa kami hentikan sementara agar satu IPA bisa terisi penuh, meskipun kapasitasnya masih jauh di bawah kebutuhan harian,” ujar Mukmin Latjuba, Jumat (16/1/2016).

Ia menjelaskan, saat ini hanya dua IPA yang dapat beroperasi secara terbatas, sehingga distribusi air dilakukan dengan sistem bergilir melalui manuver jaringan.

“Distribusi ke pelanggan kami atur secara buka tutup dan terus kami optimalkan. Dampak ke pelanggan masih kami pantau agar tetap terkendali,” katanya.

Mukmin menegaskan, kondisi tersebut bukan semata persoalan teknis, melainkan dampak langsung dari kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah.

“Ini bukan hanya fenomena lokal, tetapi dampak kemarau berkepanjangan yang juga dirasakan daerah lain,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Tojo Una-Una, Sutrianto, mengimbau masyarakat untuk bersabar dan bijak dalam menggunakan air bersih.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi alam saat ini. Air merupakan kebutuhan utama, sehingga warga terdampak kami mohon bersabar, pemerintah dan PDAM akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

PDAM bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan debit air dan menyiapkan langkah lanjutan untuk mengurangi dampak krisis air di Kota Ampana.*[]

Penulis : BUDI DAKO

Editor : MAHMUD MARHABA

Sumber Berita: KLIK INDONESIA

Berita Terkait

Dr Rizky Fahrurrozi dari Jaksa Fungsional Hingga Kajari Indragiri Hulu
Bupati Ilham Lawidu Perjuangkan 500 Bronjong Penanganan Banjir di Touna
Taruna Bakti Polri Dukung Sekolah Rakyat Bentuk Generasi Berkarakter di Touna
Layanan Kapal Perintis Touna Kembali Normal Layani Dua Rute
10 Kantor Koperasi Merah Putih Ampana Kota Segera Beroperasi
BPBD Touna Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Agustus 2026
Operasi SAR Speedboat Mister Un Ditutup, Keluarga Apresiasi Basarnas
Speedboat Mister Un Ditemukan, Tim SAR Masih Cari Motoris

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Dr Rizky Fahrurrozi dari Jaksa Fungsional Hingga Kajari Indragiri Hulu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Bupati Ilham Lawidu Perjuangkan 500 Bronjong Penanganan Banjir di Touna

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Taruna Bakti Polri Dukung Sekolah Rakyat Bentuk Generasi Berkarakter di Touna

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Layanan Kapal Perintis Touna Kembali Normal Layani Dua Rute

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:02 WIB

10 Kantor Koperasi Merah Putih Ampana Kota Segera Beroperasi

Berita Terbaru