TOUNA, KLIKINDONESIA – Warga Kota Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, terancam krisis air bersih akibat menurunnya debit air baku di Intake (INTEK) Saluaba. Kondisi tersebut dipicu musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan pasokan air ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) tidak berjalan optimal.
Sebagai langkah antisipasi, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tojo Una-Una menerapkan sistem buka tutup aliran air di sejumlah wilayah guna memaksimalkan distribusi kepada pelanggan.
Pelaksana Tugas Direktur PDAM UE Tanah Tojo Una-Una, Mukmin Latjuba, mengatakan penurunan debit air baku berdampak langsung pada operasional IPA di Kota Ampana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Air baku di INTEK Saluaba saat ini tidak mampu mengisi seluruh IPA. Bahkan dua IPA terpaksa kami hentikan sementara agar satu IPA bisa terisi penuh, meskipun kapasitasnya masih jauh di bawah kebutuhan harian,” ujar Mukmin Latjuba, Jumat (16/1/2016).
Ia menjelaskan, saat ini hanya dua IPA yang dapat beroperasi secara terbatas, sehingga distribusi air dilakukan dengan sistem bergilir melalui manuver jaringan.
“Distribusi ke pelanggan kami atur secara buka tutup dan terus kami optimalkan. Dampak ke pelanggan masih kami pantau agar tetap terkendali,” katanya.
Mukmin menegaskan, kondisi tersebut bukan semata persoalan teknis, melainkan dampak langsung dari kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah.
“Ini bukan hanya fenomena lokal, tetapi dampak kemarau berkepanjangan yang juga dirasakan daerah lain,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Tojo Una-Una, Sutrianto, mengimbau masyarakat untuk bersabar dan bijak dalam menggunakan air bersih.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi alam saat ini. Air merupakan kebutuhan utama, sehingga warga terdampak kami mohon bersabar, pemerintah dan PDAM akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
PDAM bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan debit air dan menyiapkan langkah lanjutan untuk mengurangi dampak krisis air di Kota Ampana.*[]
Penulis : BUDI DAKO
Editor : MAHMUD MARHABA
Sumber Berita: KLIK INDONESIA











