Ketua AMAN Sulteng: Lokakarya Adat Sebagai Usaha Mengembalikan Identitas di Tengah Modernisasi

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yasin Labengke, selaku Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Tengah, saat mengikuti Lokakarya Adat di Hotel Faawas Salakan, pada hari Kamis (29/01/2026).

Yasin Labengke, selaku Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Tengah, saat mengikuti Lokakarya Adat di Hotel Faawas Salakan, pada hari Kamis (29/01/2026).

Adat adalah fondasi sejarah bangsa ini. Ketika ada investasi yang ingin masuk ke wilayah ulayat, harus ada kesepakatan yang dilakukan secara sukarela dan tanpa paksaan (Free, Prior and Informed Consent). Komunikasi dengan pemilik ulayat sangat penting

 

BANGGAI KEPULAUAN, KLIKINDONESIA.CO – Proses globalisasi dan modernisasi yang semakin pesat menjadi sebuah tantangan besar bagi keberlangsungan budaya lokal. Hal ini disampaikan oleh Yasin Labengke, selaku Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Tengah, saat mengikuti Lokakarya Adat di Hotel Faawas Salakan, pada hari Kamis (29/01/2026).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam wawancaranya dengan media, Yasin menjelaskan bahwa lokakarya ini lebih dari sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan langkah strategis untuk mengembalikan identitas budaya dan melindungi hak-hak masyarakat adat yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman.

“Budaya kita semakin terusik seiring berjalannya waktu. Saya merasa cemas saat melihat banyak anak-anak di negeri kita yang mulai kehilangan kemampuan untuk berbahasa Ibu (Bahasa Banggai),” ujarnya dengan suara yang penuh keprihatinan.

Empat Pilar Keberadaan Adat

Yasin mengungkapkan bahwa Masyarakat Hukum Adat (MHA) diakui oleh konstitusi dalam UUD 1945 Pasal 18B. Keberadaan tersebut berlandaskan pada empat pilar utama: wilayah adat, hukum adat, lembaga adat, serta sejarah dan warisan leluhur.

“Adat adalah fondasi sejarah bangsa ini. Ketika ada investasi yang ingin masuk ke wilayah ulayat, harus ada kesepakatan yang dilakukan secara sukarela dan tanpa paksaan (Free, Prior and Informed Consent). Komunikasi dengan pemilik ulayat sangat penting,” tegasnya.

Yasin juga menggarisbawahi peran AMAN yang telah beroperasi sejak 1999 dan kini menjadi anggota tetap dalam sidang tahunan PBB, yang mendorong standar internasional untuk perlindungan hak-hak adat, seperti Konvensi ILO 169.

Pendidikan Adat dan Kebijaksanaan Lokal

Lebih lanjut, Ketua AMAN Sulteng menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai etika sosial dan kearifan lokal. Ia memberikan contoh tentang sanksi sosial dalam hukum adat yang sebelumnya berjalan dengan baik, namun kini mulai diabaikan.

Oleh karena itu, AMAN mendukung pendirian Sekolah Adat. Sekolah tersebut tidak mengikuti kurikulum formal, tetapi fokus mengajarkan pengetahuan lokal yang sangat penting, seperti cara bertani secara tradisional.

“Contohnya cara menanam Ubi Banggai. Hanya orang tua kita yang mengenali tanda-tanda alam dan pergerakan bintang untuk menentukan waktu tanam yang tepat. Pengetahuan ini harus diajarkan sejak kecil, karena sudah terbukti akurat, bahkan para akademisi modern kini pun kembali meneliti kearifan tersebut,” tutup Yasin.##

Penulis : Victor Reppie

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klikindonesia

Berita Terkait

Dr Rizky Fahrurrozi dari Jaksa Fungsional Hingga Kajari Indragiri Hulu
Bupati Ilham Lawidu Perjuangkan 500 Bronjong Penanganan Banjir di Touna
Taruna Bakti Polri Dukung Sekolah Rakyat Bentuk Generasi Berkarakter di Touna
Layanan Kapal Perintis Touna Kembali Normal Layani Dua Rute
10 Kantor Koperasi Merah Putih Ampana Kota Segera Beroperasi
BPBD Touna Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Agustus 2026
Operasi SAR Speedboat Mister Un Ditutup, Keluarga Apresiasi Basarnas
Speedboat Mister Un Ditemukan, Tim SAR Masih Cari Motoris

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Dr Rizky Fahrurrozi dari Jaksa Fungsional Hingga Kajari Indragiri Hulu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Bupati Ilham Lawidu Perjuangkan 500 Bronjong Penanganan Banjir di Touna

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Taruna Bakti Polri Dukung Sekolah Rakyat Bentuk Generasi Berkarakter di Touna

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Layanan Kapal Perintis Touna Kembali Normal Layani Dua Rute

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:02 WIB

10 Kantor Koperasi Merah Putih Ampana Kota Segera Beroperasi

Berita Terbaru