BANGKEP, KLIKINDONESIA – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah semakin dekat. Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mulai pasang kuda-kuda untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Sekretaris Daerah (Sekda), Muhamad Aris Susanto, S.E., M.M., memimpin langsung High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati, Selasa (10/2/2026).
Mewakili Bupati, Aris menegaskan komitmen pemerintah. Inflasi harus tetap rendah dan stabil. Pasalnya, lonjakan permintaan jelang puasa kerap memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Inflasi ini menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat. Kita harus kendalikan harga pangan lebih awal agar daya beli warga terjaga,” tegas Aris.
Aris menginstruksikan sejumlah langkah konkret. Pertama, dinas terkait dan Bulog wajib memastikan ketersediaan stok bahan pokok. Komoditas prioritas meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, dan bawang.
Langkah kedua adalah operasi pasar murah. Pemerintah mewajibkan pelaksanaan kegiatan ini secara masif dan tepat sasaran. Fokus utamanya adalah wilayah yang mengalami lonjakan harga ekstrem.
Ketiga, pengawasan ketat. TPID harus memantau harga secara real time lewat inspeksi pasar. Pengawasan jalur distribusi juga vital untuk mencegah praktik penimbunan oleh oknum nakal.
“Kolaborasi OPD dan Forkopimda adalah kunci. Para Camat juga wajib memantau harga di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Aris juga mendorong penguatan kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Bulog lewat Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini terbukti efektif menstabilkan harga di daerah rawan.
Menutup arahannya, Sekda mengingatkan tantangan masa depan yang makin kompleks, seperti perubahan iklim. Oleh karena itu, TPID harus terus berinovasi.
Hadir dalam rapat tersebut Kepala Perwakilan BI Sulteng, Kapolres, Pabung Kodim 1308/LB, Kepala BPS, serta jajaran kepala perangkat daerah. (*)
Penulis : Victor Reppie
Editor : MAHMUD MARHABA
Sumber Berita: KLIK INDONESIA











