SALAKAN,KLIKINDONESIA – Langkah cepat diambil Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Mereka menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini diklaim sebagai yang perdana di Sulawesi Tengah.
Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, secara resmi membuka acara di Auditorium Pubaba Bappeda dan Litbang, Jumat (13/2/2026).
Hadir dalam forum strategis ini Wakil Bupati, pimpinan DPRD, Forkopimda, Sekda, serta seluruh camat dan kepala desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Rusli menegaskan Musrenbang adalah amanat UU No. 25/2004. Forum ini menjadi wadah partisipatif untuk menghimpun aspirasi masyarakat agar pembangunan lebih transparan dan akuntabel.
Capaian Indikator Makro
Pada kesempatan itu, Bupati memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan. Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2024 tercatat 4,03 persen, naik dibanding tahun sebelumnya.
Kabar baik juga datang dari angka kemiskinan. Jumlah warga miskin turun dari 12,90 persen (2023) menjadi 12,32 persen (2024).
“Tingkat ketimpangan sosial atau Indeks Gini kita berada di angka 0,276. Ini menunjukkan kesenjangan pendapatan relatif sempit,” jelas Rusli.
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka hanya 1,55 persen. Angka ini merupakan yang terendah se-Provinsi Sulawesi Tengah.
Namun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih menjadi pekerjaan rumah (PR). Angka IPM tercatat 67,43. Rusli meminta intervensi serius di sektor pendidikan dan kesehatan.
Infrastruktur Jadi Prioritas
Sektor infrastruktur juga mendapat sorotan tajam. Dari total 1.002,45 km ruas jalan kabupaten, kondisi jalan mantap baru mencapai 334,59 km. Sisanya, 667,86 km masih dalam kondisi tidak mantap.
“Kondisi jalan ini menjadi salah satu prioritas utama kita, selain penyediaan air bersih,” tegasnya.
Untuk tahun 2027, Pemda mengusung tema: “Mewujudkan Pembangunan Wilayah yang Merata, Penguatan Ekonomi serta Tata Kelola Pemerintahan melalui Peningkatan SDM dan Infrastruktur yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan Menuju Bangkep Berkah.”
Rusli memastikan, usulan prioritas yang belum terdanai APBD Kabupaten akan diperjuangkan lewat sumber lain. Mulai dari APBN, APBD Provinsi, hingga Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Mari berpartisipasi aktif demi Banggai Kepulauan yang lebih sejahtera,” ajaknya. (*)
Penulis : Victor Reppie
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: KLIK INDONESIA











