JAKARTA, KLIKINDONESIA – Konektivitas maritim menjadi denyut nadi Kabupaten Banggai Kepulauan. Bupati Rusli Moidady bergerak cepat melobi pusat demi mewujudkan infrastruktur pelabuhan yang layak.
Rusli melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Bupati didampingi Kepala Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Luwuk. Agenda utamanya adalah membahas rencana pembangunan Pelabuhan Leme-Leme.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparannya, Rusli menegaskan urgensi proyek ini. Sebagai daerah kepulauan, ketergantungan masyarakat terhadap transportasi laut sangat tinggi.
“Pelabuhan ini mendesak. Ia akan menjadi simpul distribusi logistik dan penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Bupati.
Pemda memproyeksikan Pelabuhan Leme-Leme lebih dari sekadar pelabuhan pengumpan. Infrastruktur ini akan memperkuat rantai pasok komoditas unggulan daerah, seperti perikanan dan hasil laut.
Syarat Dokumen Lengkap
Ditjen Hubla menyambut baik usulan tersebut. Namun, mereka menekankan syarat mutlak. Pemda harus melengkapi dokumen perencanaan, studi kelayakan, serta memastikan kesiapan lahan.
“Dukungan sinergis pusat dan daerah adalah kunci percepatan realisasi proyek,” pesan perwakilan Ditjen Hubla.
Sementara itu, Kepala KPLP Luwuk menambahkan perspektif keselamatan. Menurutnya, kawasan Leme-Leme punya potensi strategis. Peningkatan fasilitas pelabuhan akan memperkuat pengawasan dan standar keselamatan pelayaran.
Pemkab berharap, Pelabuhan Leme-Leme masuk dalam skala prioritas nasional sektor perhubungan laut. Langkah ini menjadi bukti konkret percepatan pembangunan di kawasan kepulauan. (*)
Penulis : Victor Reppie
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: KLIK INDONESIA











