KLIKINDONESIA.CO, TOUNA – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tahun 2026 dengan menggelar upacara bendera di Lapangan Kantor Bupati, Senin (27/4/2026).
Momentum ini menjadi ajang untuk meneguhkan komitmen tata kelola pemerintahan yang responsif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sebelum membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Touna, Nunung Susanti Podungge, memaparkan sejarah singkat otonomi daerah. Perjalanan kebijakan desentralisasi di Indonesia telah melewati proses panjang, mulai dari era kolonial, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1944, hingga penyempurnaan pada era reformasi melalui UU Nomor 22 Tahun 1999.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mewujudkan Asta Cita
Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una,Alfian Matajeng, membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Tahun ini, peringatan mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.
Mendagri menegaskan bahwa otonomi daerah adalah instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Otonomi daerah adalah sarana untuk menghadirkan pemerintahan yang responsif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Alfian saat membacakan sambutan.
Strategi Penguatan Otonomi
Mendagri menekankan bahwa keberhasilan otonomi sangat bergantung pada sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Beberapa langkah strategis yang harus diperkuat meliputi:
- Sinergi Kebijakan: Sinkronisasi perencanaan dan penganggaran nasional dengan daerah.
- Reformasi Birokrasi: Mendorong digitalisasi pelayanan publik dan inovasi daerah.
- Kemandirian Fiskal: Memperkuat kapasitas keuangan daerah agar lebih leluasa menjawab kebutuhan pembangunan lokal.
- Kolaborasi Lintas Wilayah: Bekerja sama antardaerah dalam menangani isu transportasi, lingkungan, sampah, hingga ekonomi.
Pemerintah daerah didorong untuk memprioritaskan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, serta perlindungan sosial, terutama di wilayah tertinggal dan terpencil.
Menutup amanatnya, Alfian Matajeng mengingatkan seluruh jajaran Pemkab Touna untuk mengedepankan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi Pemkab Touna untuk terus memberikan yang terbaik bagi kemajuan daerah dan bangsa. *[]
Penulis : Budi Dako
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co











