KLIKINDONESIA.CO, TOUNA – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Tojo Una-Una berlangsung dengan suasana berbeda. Tidak ada aksi unjuk rasa di jalanan. Sebaliknya, buruh, polisi, dan berbagai pemangku kepentingan justru berkumpul dalam suasana akrab di meja domino.
Polres Tojo Una-Una menggelar lomba domino di Gedung Serbaguna Pelabuhan Ampana, Sabtu (2/5/2026) malam. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan yang mempererat hubungan antaraparat kepolisian, pekerja, dan masyarakat.
Sebanyak 34 peserta yang terbagi dalam 17 tim turut ambil bagian. Peserta berasal dari kalangan buruh dan masyarakat di Kecamatan Ampana Kota, Ratolindo, serta Ampana Tete.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi Cooling System
Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) Polres Tojo Una-Una, AKP Adhitya Maideski, mewakili Kapolres AKBP Yanna Djayawidya, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi cooling system. Tujuannya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat pada momentum Hari Buruh.
“Kami ingin membangun silaturahmi dan kedekatan emosional antara Polri, instansi terkait, elemen buruh, dan masyarakat,” ujar Adhitya.
Menurutnya, pendekatan persuasif melalui kegiatan positif jauh lebih efektif dalam menciptakan suasana kondusif dibandingkan pendekatan konfrontatif. Lomba domino ini juga melibatkan Dinas Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan, F-SPTI, BINDA, serta Kantor Syahbandar Pelabuhan Ampana.
Ruang Dialog Aspirasi
Tak sekadar menjadi ajang hiburan, pertemuan di meja domino tersebut membuka ruang dialog yang produktif. Para buruh memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi, terutama terkait usulan kenaikan tarif upah buruh angkut di Pelabuhan Ampana.
Merespons hal tersebut, seluruh pihak sepakat untuk menggelar rapat lanjutan dalam waktu dekat. Diharapkan, pertemuan berikutnya akan menghasilkan kesepakatan mengenai penyesuaian tarif yang lebih berpihak pada kesejahteraan buruh.
Meski panitia menyiapkan hadiah uang tunai dan doorprize, nilai utama kegiatan ini terletak pada terbangunnya komunikasi yang erat antara buruh, aparat, dan pemerintah.
May Day di Tojo Una-Una tahun ini membuktikan bahwa aspirasi pekerja dapat disampaikan melalui ruang dialog yang sejuk, produktif, dan penuh kebersamaan. *[]
Penulis : Budi Dako
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co











