Pers Bebas, Pendidikan Maju, Demokrasi Kuat

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budi Dako (ist)

Budi Dako (ist)

Oleh: Budi Dako

KLIKINDONESIA.CO, TOUNA – Setiap awal Mei, bangsa Indonesia merayakan dua tonggak penting peradaban: Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei dan Hari Pers Sedunia pada 3 Mei. Keduanya bukan sekadar penanda kalender, melainkan pengingat bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan dan kemerdekaan pers.

Pendidikan membentuk cara berpikir, sementara pers membentuk cara masyarakat memahami dunia. Pendidikan melahirkan warga yang cerdas; pers yang bebas memastikan kecerdasan itu tidak tumbuh di ruang gelap. Keduanya adalah fondasi utama bagi tegaknya demokrasi yang sehat, kritis, dan berkeadaban.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tema Hari Pers Sedunia 2026, “Pers Bebas, Demokrasi Kuat, Masyarakat Bermartabat”, menegaskan bahwa kebebasan pers bukan semata hak jurnalis, melainkan hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipercaya. Tanpa pers yang merdeka, demokrasi kehilangan mata dan telinganya. Tanpa informasi yang jernih, masyarakat mudah terjebak dalam kabut disinformasi.

Di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan pers semakin kompleks. Kecepatan sering kali mengalahkan akurasi, sementara algoritme kerap lebih berkuasa daripada verifikasi. Dalam situasi ini, pers dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga cermat, independen, dan berintegritas.

Di sisi lain, pendidikan memiliki tugas yang tak kalah penting: membentuk generasi yang melek informasi, kritis terhadap setiap narasi, dan bijak dalam menggunakan teknologi. Literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan memilah fakta, memahami konteks, serta menilai kebenaran.

Ketika pendidikan dan pers berjalan beriringan, lahirlah masyarakat yang tercerahkan. Masyarakat yang tidak mudah dipecah oleh hoaks, tidak gampang digiring oleh propaganda, dan tidak takut menyuarakan kebenaran. Inilah masyarakat bermartabat—masyarakat yang berpikir jernih, bersikap kritis, dan bertindak dengan tanggung jawab.

Hardiknas mengingatkan bahwa setiap ruang belajar adalah tempat menanam nilai. Hari Pers Sedunia menegaskan bahwa setiap berita adalah ikhtiar menjaga akal sehat publik. Guru mencerdaskan bangsa di ruang kelas, sementara jurnalis mencerdaskan masyarakat di ruang publik. Keduanya memikul amanah yang sama: merawat nalar, menjaga nurani, dan memastikan demokrasi tetap hidup.

Sebab, demokrasi yang kuat tidak hanya lahir dari pemilu yang jujur, tetapi juga dari warga yang terdidik dan pers yang merdeka. Pada akhirnya, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu membangun gedung-gedung tinggi, tetapi bangsa yang mampu menjaga kebebasan berpikir, menghormati kebenaran, serta menempatkan pendidikan dan pers sebagai pilar utama peradaban.

Karena hanya dengan pers yang bebas, demokrasi dapat tumbuh kokoh. Dan hanya dengan pendidikan bermutu, masyarakat yang bermartabat dapat terwujud. (*)

Penulis : Budi Dako

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klik Indonesia.co

Berita Terkait

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un
Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un
Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis
Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam
11 WNA Selamat dari Tenggelamnya SB Mister Un, Satu ABK Masih Dicari
Ilham Lawidu Cek Jalan dan Sawah di Mpoa, Infrastruktur dan Irigasi Jadi Prioritas
Fogging Cepat Dinkes Touna, Warga Uemalingku Apresiasi Bupati Ilham Lawidu
Jalan Bulan Jaya–Uematopa Rampung, Warga Apresiasi Bupati Ilham Lawidu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WIB

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Senin, 27 Juli 2026 - 20:33 WIB

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:06 WIB

Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:35 WIB

Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:39 WIB

11 WNA Selamat dari Tenggelamnya SB Mister Un, Satu ABK Masih Dicari

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan melaksanakan briefing sebelum memulai Operasi SAR hari kelima pencarian ABK Speedboat Mister Un di Perairan Teluk Tomini, Selasa (28/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:34 WIB

im SAR gabungan melakukan penyisiran di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (27/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Senin, 27 Jul 2026 - 20:33 WIB

Ilham S. Lawidu didampingi Kadis Pariwisata Asrin Soga dan Kepala Pelaksana BPBD Sigit Labolong memantau langsung pemeriksaan kesehatan terhadap 11 wisatawan asing yang selamat dari insiden tenggelamnya SB Mister Un, oleh tim medis RSUD Wakai di Sanctum Una-Una Dive Resort, Sabtu (25/7/2026).

TOUNA

Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:06 WIB

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Bupati Tojo Una-Una Ilham S. Lawidu yang berada di perairan Teluk Tomini, Pulau Una-Una, untuk memantau secara langsung perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban tenggelamnya Speedboat (SB) Mister Un, Sabtu malam (25/7/2026).

TOUNA

Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam

Minggu, 26 Jul 2026 - 07:35 WIB