KLIKINDONESIA.CO, TOUNA – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Yus Mangun mengungkapkan kabar positif untuk Kabupaten Tojo Una-Una. Menurutnya, pemerintah pusat siap membantu daerah mengatasi kekurangan anggaran PPPK Tojo Una-Una. Selama ini, persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan fiskal daerah.
Pernyataan itu disampaikan Yus Mangun saat berada di Pendopo Taliku Banua Abdan Lasawedi, Sabtu (20/6/2026). Menurut politisi Partai Golkar tersebut, Touna memang mendapat perhatian khusus pemerintah pusat.
Belanja Pegawai Capai 63 Persen APBD
Saat ini, belanja pegawai di Tojo Una-Una mencapai sekitar 63 persen dari total APBD. Oleh karena itu, ruang fiskal daerah menjadi sangat terbatas. Selain itu, kondisi tersebut membuat pemenuhan kewajiban terhadap PPPK menjadi tantangan tersendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Belanja pegawai Kabupaten Tojo Una-Una saat ini mencapai sekitar 63 persen. Karena itu, daerah membutuhkan dukungan pemerintah pusat agar pelayanan pemerintahan tetap berjalan dan kewajiban terhadap PPPK dapat dipenuhi,” ujar Yus Mangun.
Lebih lanjut, ia menjelaskan dampak kondisi fiskal tersebut. Dukungan pemerintah pusat diperlukan agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Dengan demikian, kebutuhan anggaran PPPK dapat terpenuhi tanpa mengganggu sektor lain.
Bupati Ilham Diundang Banggar DPR RI
Sebagai tindak lanjut, Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu sudah diundang Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Undangan tersebut datang dari Ketua Banggar Muhidin M. Said. Selain Bupati Ilham, hadir pula Bupati Sigi dan Bupati Donggala.
Pertemuan tersebut khusus membahas persoalan kekurangan anggaran PPPK di tiga daerah. Oleh karena itu, kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat Touna.
“Kabar baik untuk masyarakat Tojo Una-Una. Bupati Ilham sudah diundang Badan Anggaran DPR RI Bapak Muhidin Said ke Jakarta,” kata Yus Mangun.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari solusi fiskal bersama. Selain itu, koordinasi ini juga membuka jalan kebijakan strategis untuk daerah serupa.
“Bupati Ilham Lawidu, Bupati Sigi, dan Bupati Donggala sudah diundang Banggar DPR RI dalam rangka membahas kekurangan anggaran PPPK yang dihadapi daerah beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Mendagri Putuskan Bantuan untuk Tiga Daerah
Selanjutnya, Yus Mangun menyampaikan hasil koordinasi yang membawa kabar positif. Menteri Dalam Negeri sudah memutuskan dukungan untuk tiga daerah yang mengalami tekanan fiskal.
“Dan ini Mendagri sudah putuskan untuk Tojo Una-Una, Sigi, dan Donggala akan dibantu,” tegasnya.
Ia menambahkan, Touna saat ini masih tergolong daerah dengan kemampuan fiskal terbatas. Dengan demikian, dukungan pemerintah pusat menjadi sangat strategis.
“Tojo Una-Una merupakan daerah minus, bukan daerah surplus. Sementara belanja pegawai mencapai sekitar 63 persen dari APBD. Kondisi inilah yang menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk memberikan dukungan kepada daerah,” jelasnya.
Ajak Masyarakat Dukung Pemda
Menurut Yus Mangun, dukungan pusat menjadi angin segar bagi Pemerintah Touna. Sebab, langkah tersebut membantu menjaga stabilitas keuangan daerah. Selain itu, kepastian pembiayaan PPPK juga semakin kuat.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat mendukung langkah pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci kemajuan daerah.
“Jangan lagi menghujat-hujat bupati. Yang dibutuhkan saat ini adalah dukungan dan kerja sama semua pihak agar pemerintah daerah dapat fokus meningkatkan pendapatan daerah, memperkuat kemampuan fiskal, dan menjalankan program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yus Mangun berharap dukungan pusat segera terealisasi. Dengan begitu, kebutuhan anggaran PPPK dapat terpenuhi tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
“Mari kita bekerja keras agar pendapatan daerah kita bisa meningkat. Jika pendapatan daerah bertambah, maka pembangunan akan berjalan lebih baik dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” pungkasnya. (*)











