KLIKINDONESIA, TOUNA — Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una menemukan dua kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Ratolindo. Oleh karena itu, warga mendesak penanganan cepat agar penyakit tidak menyebar luas.
Kedua pasien berasal dari Kelurahan Dondo dan Kelurahan Uemalingku. Mereka kini menjalani perawatan di Klinik Dharkutni Ampana setelah dinyatakan positif melalui pemeriksaan laboratorium.
Lebih lanjut, keluarga pasien menyampaikan kekhawatiran tinggi. Mereka berharap pemerintah bertindak segera sebelum korban bertambah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap Dinas Kesehatan dan Puskesmas segera mengambil langkah cepat. Jangan sampai ada warga lain yang ikut tertular,” ujar orang tua salah seorang pasien.
Sementara itu, Staf Ahli DPRD Kabupaten Tojo Una-Una, Abdan Lasawedi, mendesak Dinas Kesehatan turun langsung ke lapangan. Menurutnya, penemuan dua kasus ini harus menjadi alarm serius.
“Saya meminta Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, hingga tenaga kesehatan di lapangan segera turun melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Abdan di Sekretariat Partai Golkar, Jumat (17/7/2026).
Selain itu, Abdan menekankan pentingnya edukasi bahaya DBD dan gerakan 3M Plus. Ia juga meminta penyelidikan epidemiologi dilakukan segera. Jika diperlukan, fogging harus dilaksanakan sesuai prosedur.
“Jangan menunggu kasus bertambah. Pencegahan harus dilakukan lebih awal melalui edukasi dan langkah pengendalian yang tepat sehingga masyarakat merasa terlindungi,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una, dr. Niko, menjelaskan pihaknya memantau setiap laporan kasus melalui sistem surveilans harian.
“Setiap hari ada laporan surveilans yang kami terima dari rumah sakit. Semua laporan kasus DBD maupun penyakit menular lainnya dipantau secara rutin,” ujar dr. Niko melalui keterangan tertulis.
Lebih jauh, ia menegaskan fogging bukan langkah utama. Menurutnya, pencegahan paling efektif adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.
“Namun, apabila hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan adanya risiko penularan dan memenuhi kriteria, maka fogging akan dilaksanakan sesuai prosedur,” jelasnya.
Untuk itu, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mendaur ulang barang bekas, dan segera memeriksakan diri jika mengalami demam tinggi, nyeri otot, mual, atau bintik merah di kulit.
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi berbahaya.
Langkah Pencegahan DBD
Dinas Kesehatan, DPRD, dan masyarakat harus bersinergi. Edukasi masif, gerakan 3M Plus, dan pengawasan lingkungan menjadi kunci utama mengendalikan penyebaran DBD di Kabupaten Tojo Una-Una. *[]
Penulis : Budi Dako
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co











