KLIKINDONESIA.CO, SALAKAN — Ketua Bada Permusyawaratan Desa (BPD) Manggalai Kecamatan Tinangkung, Eddy Nusun, angkat bicara terkait dugaan malpraktek di Rumah Sakit Trikora Salakan. Kasus ini ramai diperbincangkan di grup WhatsApp dan masyarakat setelah seorang ibu guru meninggal usai operasi melahirkan.
“Kami minta semua pihak menahan diri. Saat ini proses hukum sedang ditindaklanjuti Reskrim Polres Bangkep,” tegas Eddy Nusu kepada media Klik Indonesia.co biro Bangkep, Jumat (17/4/2026).
Mediasi di Ruang Jabatan Bupati Bangkep
Eddy menyampaikan hal tersebut usai pertemuan mediasi antara keluarga almarhumah dan pihak RS Trikora Salakan. Mediasi berlangsung di Ruang Jabatan Bupati Bangkep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses mediasi bertujuan mempertemukan kedua belah pihak. Selain itu, keluarga dapat mendengarkan kronologi kejadian langsung dari RS Trikora Salakan.
Hadir dalam mediasi tersebut Bupati Bangkep Rusli Moidady, Wakil Bupati Serfy Kambei, Sekda Muh. Aris Susanto, Kadis Kesehatan, Direktur dan Sekretaris RS Trikora, Reskrim Polres Bangkep, serta keluarga almarhumah dan tokoh masyarakat Manggalai.
RS Trikora Jelaskan Kronologi Penanganan
Lebih lanjut, Eddy mengatakan mediasi memberikan kesempatan kepada RS Trikora menjelaskan kronologi. Direktur RS Trikora dr. Feldy, Sp.B bersama dua dokter lain menjelaskan secara terperinci.
Mereka memaparkan penanganan sejak awal hingga pemindahan pasien ke ICU. Selain itu, pihak suami dan orang tua almarhumah juga diberi kesempatan bertanya.
“Keluarga menanyakan tuduhan penanganan perawat yang diduga menyebabkan pendarahan,” jelas Eddy.
Direktur RS Trikora kemudian menjelaskan tindakan darurat yang diambil tim dokter dan perawat. Penjelasan tersebut mencakup seluruh prosedur operasi saat itu.
Penyelidikan Reskrim dan IDI Berjalan Paralel
Sementara itu, pihak Reskrim Polres Bangkep meminta semua pihak menahan diri. Mereka meminta kesempatan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran SOP secara tuntas.
“Kami harap semua bisa memberikan kesempatan penyelidikan. Dengan demikian, semua fakta dapat terungkap jelas,” ujar perwakilan Reskrim.
Selain itu, penyelidikan juga akan dilakukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Investigasi ini menyangkut pelanggaran prosedur dan kode etik kedokteran.
Meski demikian, kegiatan di RS Trikora Salakan tetap berjalan normal. Tim dokter dan perawat melanjutkan enam proses persalinan dengan baik.
“Mediasi ini berjalan tanpa tekanan dari pihak mana pun. Keluarga hanya ingin mendengar kejadian sebenarnya dari RS Trikora,” pungkas Eddy Nusu.*[]
Penulis : Victor Reppie
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co













Komentar