SALAKAN, KLIK INDONESIA.CO – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menegaskan pentingnya akurasi dan validitas data pemilih sebagai fondasi utama demokrasi. Penegasan itu disampaikan Asisten III Setda Banggai Kepulauan, Tommy Boy Luasusun, S.H., M.A.P., saat mewakili Bupati dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026, Kamis (2/4/2026).
Dalam sambutannya, Tommy menilai pemutakhiran data pemilih merupakan instrumen krusial untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas. Menurutnya, daftar pemilih yang akurat, mutakhir, dan dapat dipercaya sangat menentukan kelancaran tahapan demokrasi.
“Tanpa data yang valid, tahapan pemilu berpotensi mengalami hambatan,” ujar Tommy di hadapan peserta pleno yang terdiri dari KPU, Bawaslu, Forkopimda, dan sejumlah undangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengapresiasi upaya KPU Banggai Kepulauan dalam memperbarui data pemilih secara berkelanjutan. Menurut Tommy, pekerjaan itu membutuhkan ketelitian tinggi dan sinergi kuat dengan berbagai pihak, terutama dalam penyediaan data kependudukan seperti kematian, perpindahan domisili, perekaman KTP elektronik, dan pemilih pemula.
“Semakin baik integrasi data, semakin tinggi kualitas daftar pemilih yang kita hasilkan,” katanya.
KPU Catat 92.292 Pemilih
Ketua Bawaslu Banggai Kepulauan, Muslim Abd. Muin, menyampaikan hal senada. Ia menegaskan kehadiran Bawaslu dalam pleno bertujuan memastikan proses pemutakhiran berjalan sesuai aturan.
“Kami ingin memastikan tahapan ini berjalan sesuai prosedur dan saran perbaikan yang telah disampaikan bisa ditindaklanjuti,” ujar Muslim.
Muslim juga menyoroti pentingnya akurasi data pemilih disabilitas. Berdasarkan data terakhir, terdapat sekitar 1.096 pemilih disabilitas di Banggai Kepulauan yang membutuhkan layanan khusus.
Sementara itu, Pelaksana Harian Ketua KPU Banggai Kepulauan, Ayub M. Tiah, mengungkapkan bahwa jumlah pemilih hingga Triwulan I 2026 tercatat sekitar 92.292 orang. Namun, angka itu masih dinamis dan bisa berubah mengikuti kondisi riil di lapangan.
“Data pemilih selalu bergerak, baik karena penambahan pemilih baru, kematian, maupun perpindahan domisili,” jelas Ayub.
Meski masih ada kendala verifikasi faktual dan administrasi kependudukan, KPU menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang masukan dari semua pihak demi menghasilkan data pemilih yang akurat, inklusif, dan dapat dipertanggungjawabkan. *[]
Penulis : Victor Reppie
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: KLIK INDONESIA











