KLIKINDONESIA.CO, SALAKAN – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) berlangsung khidmat. Upacara digelar di halaman Kantor Bupati Bangkep, Sabtu (2/5/2026).
Hadir dalam upacara tersebut Ketua DPRD Bangkep, Arkam Supu, S.Th.I., M.H., Kabag Ops Polres Bangkep Kompol Maikun, S.H., M.H., serta Pabung 1308-10 Salakan, Mayor Inf. Baharuddin. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Harry Saputra Nursin, S.STP., M.AP., AIFO, jajaran OPD, serta perwakilan Bawaslu dan PGRI.
Asisten I Sekretariat Daerah, Rachman Hasan, ST., M.Si, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua
Tema Hardiknas tahun ini adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Dalam amanatnya, Menteri menegaskan bahwa pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia. Konsep ini merujuk pada ajaran Ki Hajar Dewantara tentang asah, asih, dan asuh.
“Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia agar menjadi insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggung jawab,” kutip Rachman dalam pidatonya.
Pemerintah pusat menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Indonesia maju. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan pendidikan nasional.
Lima Kebijakan Strategis Pendidikan
Pemerintah saat ini tengah mendorong lima kebijakan strategis:
- Revitalisasi: Pembangunan satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran di seluruh Indonesia.
- Kesejahteraan Guru: Peningkatan kualitas pendidik melalui beasiswa, pelatihan, dan penyaluran tunjangan langsung.
- Penguatan Karakter: Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
- Mutu Pembelajaran: Fokus pada literasi, numerasi, serta pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Math).
- Perluasan Akses: Skema sekolah terbuka, pembelajaran jarak jauh, dan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Kolaborasi sebagai Kunci
Dalam pidatonya, Menteri mengingatkan bahwa kebijakan pendidikan tidak boleh hanya menjadi formalitas. Keberhasilan pendidikan membutuhkan dukungan penuh dari sekolah, keluarga, masyarakat, hingga media.
“Dibutuhkan pola pikir maju dan komitmen yang lurus untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak,” pungkasnya.
Upacara diakhiri dengan harapan agar seluruh elemen bangsa terus bersinergi membangun pendidikan nasional yang lebih cerdas dan bermartabat. *[]
Penulis : Victor Reppie
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co











