RSUD Trikora Salakan Klarifikasi Dugaan Malpraktik Pasien Meninggal Usai Persalinan

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Trikora Salakan kabupaten Banggai Kepuluan. (Insert:  Direktur RSUD Trikora Salakan, dr. Feldy, SpB,)

RSUD Trikora Salakan kabupaten Banggai Kepuluan. (Insert: Direktur RSUD Trikora Salakan, dr. Feldy, SpB,)

KLIKINDONESIA.CO, SALAKAN — Siang itu, Rabu (15/4/2026), suasana di RSUD Trikora Salakan kembali menjadi perhatian setelah muncul dugaan malpraktik terkait meninggalnya seorang pasien perempuan berusia 27 tahun asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan Klikindonesia.co berujung pada penjelasan resmi dari pihak rumah sakit.

Klarifikasi disampaikan Direktur RSUD Trikora Salakan, dr. Feldy, SpB, melalui pesan WhatsApp pada sore hari. Menurutnya, pihak keluarga juga telah terkonfirmasi akan melakukan pertemuan dengan jajaran rumah sakit.

Dalam keterangannya, dr. Feldy menjelaskan, pasien tersebut sebelumnya menjalani persalinan normal anak kedua di RS Trikora Salakan pada Senin (13/4/2026). Namun, setelah proses persalinan, kondisi pasien disebut mengalami perubahan cepat.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi versi RSUD: Dari Persalinan Normal Hingga Tindakan Operasi

Menurut dr. Feldy, usai persalinan normal, pasien mengalami perdarahan hebat yang diduga disebabkan ruptur uterus atau robekan pada rahim/kandungan. Ia menyebut, ruptur uterus merupakan kondisi yang tidak selalu mudah terdeteksi secara kasat mata.

“Robekan pada ruptur uterus itu susah terdeteksi. Dan hanya bisa dilihat pada bagian tanda-tanda alat vital pasien,” jelasnya.

Dalam situasi itu, kata dr. Feldy, penanganan yang tersedia adalah tindakan operasi. Pihak rumah sakit juga menegaskan tindakan dilakukan setelah ada persetujuan bersama antara rumah sakit dan keluarga pasien.

Sebelum operasi dilakukan, dr. Feldy menyampaikan dokter kandungan sempat memanggil keluarga ke ruang operasi. Keluarga, menurutnya, diajak menyaksikan kondisi robekan yang terlihat pada proses persalinan normal melalui vagina.

“Tindakan operasi dimaksud adalah operasi angkat kandungan,” kata dr. Feldy dalam keterangannya.

Dirawat di ICU, Meninggal pada Malam Hari

Setelah operasi, menurut dr. Feldy, pasien sempat mengalami perdarahan hebat, namun disebut berhasil ditangani. Pasien kemudian dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan intensif.

Namun pada malam hari, sekitar pukul 20.00 Wita, pasien dinyatakan meninggal dunia. Penyebab kematian yang disampaikan pihak RSUD adalah kegagalan fungsi banyak organ atau Multiple Organ Dysfunction Syndrome (MODS)/ Multiple Organ Failure (MOF).

Ia juga menyinggung bahwa pada kondisi perdarahan pascapersalinan (hemorrhage post partum/HPP), dinamika kondisi pasien dapat bergantung pada bagian uterus yang mengalami robekan spontan.

Bantahan Dugaan Malpraktik dan Pernyataan Duka

Menanggapi dugaan malpraktik yang beredar, dr. Feldy menegaskan seluruh tenaga kesehatan telah bekerja sesuai prosedur.

“Intinya, saya tidak ada maksud untuk membela diri atau membela teman-teman nakes. Mereka juga sudah berupaya maksimal melakukan penanganan terhadap keselamatan nyawa pasien. Tapi lagi-lagi, urusan ajal dan kematian itu adalah urusan Tuhan. Dan saya juga turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” ucapnya.*[]

Penulis : Victor Reppie

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klik Indonesia.co

Berita Terkait

Bupati Bangkep Lepas Mahasiswa KKN Unismuh Angkatan 40 di Tiga Kecamatan
Wabup Serfi Kambey Buka Rakor KKN UGM Banggai Kepulauan
Sekda Aris Susanto Sampaikan Pertanggungjawaban APBD Banggai Kepulauan 2025
DPRD Bangkep Rekomendasikan Hentikan Pembangunan SPBU Patukuki
Wabup Serfi Kambey Serahkan 53 SK Penugasan Kepsek Bangkep
Polisi Kreatif di Bangkep Produksi Tempe di Waktu Luang
DPRD Bangkep Desak Bupati Tindaklanjuti Rekomendasi SPBU Patukuki
Pemuda Bangkep Tolak Alih Fungsi Gedung Graha Pemuda Jadi Kantor Bawaslu

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 15:13 WIB

Wabup Serfi Kambey Buka Rakor KKN UGM Banggai Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:52 WIB

Sekda Aris Susanto Sampaikan Pertanggungjawaban APBD Banggai Kepulauan 2025

Senin, 8 Juni 2026 - 21:30 WIB

DPRD Bangkep Rekomendasikan Hentikan Pembangunan SPBU Patukuki

Senin, 8 Juni 2026 - 17:09 WIB

Wabup Serfi Kambey Serahkan 53 SK Penugasan Kepsek Bangkep

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:30 WIB

Polisi Kreatif di Bangkep Produksi Tempe di Waktu Luang

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan melaksanakan briefing sebelum memulai Operasi SAR hari kelima pencarian ABK Speedboat Mister Un di Perairan Teluk Tomini, Selasa (28/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:34 WIB

im SAR gabungan melakukan penyisiran di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (27/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Senin, 27 Jul 2026 - 20:33 WIB

Ilham S. Lawidu didampingi Kadis Pariwisata Asrin Soga dan Kepala Pelaksana BPBD Sigit Labolong memantau langsung pemeriksaan kesehatan terhadap 11 wisatawan asing yang selamat dari insiden tenggelamnya SB Mister Un, oleh tim medis RSUD Wakai di Sanctum Una-Una Dive Resort, Sabtu (25/7/2026).

TOUNA

Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:06 WIB

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Bupati Tojo Una-Una Ilham S. Lawidu yang berada di perairan Teluk Tomini, Pulau Una-Una, untuk memantau secara langsung perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban tenggelamnya Speedboat (SB) Mister Un, Sabtu malam (25/7/2026).

TOUNA

Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam

Minggu, 26 Jul 2026 - 07:35 WIB