Oknum Mengaku Debt Collector Adira, Diduga Bentak Anak Di Bawah Umur Saat Penagihan

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Adira Finance Kota Luwuk (ist)

Kantor Adira Finance Kota Luwuk (ist)

KLIKINDONESIA.CO, LUWUK – Seorang oknum yang mengaku bernama Rahmat dan mengatasnamakan pihak pembiayaan Adira Finance diduga membentak seorang anak di bawah umur saat melakukan penagihan kendaraan di kawasan Pantai KM 5, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sabtu (20/6/2026).

Peristiwa tersebut menimpa seorang pelajar berusia 17 tahun berinisial Amd, yang masih duduk di bangku SMA. Kejadian itu membuat korban mengalami ketakutan hingga menangis dan menghubungi orang tuanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua pria yang mengaku sebagai petugas penagihan mendatangi sebuah kafe di sekitar lokasi, tempat Amd bersama teman-temannya sedang menghabiskan waktu usai menerima hasil ujian kenaikan kelas.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedatangan mereka disebut untuk mengecek nomor rangka sepeda motor Yamaha Mio M3 yang digunakan Amd.
Salah satu pria tersebut menyebut kendaraan itu memiliki tunggakan angsuran selama beberapa bulan.

Namun, pihak Amd membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa kendaraan itu telah lunas beberapa bulan lalu serta dokumen BPKB sudah ada.

“Saya sedang makan bakso di warung KM 5 bersama teman-teman. Tiba-tiba datang dua orang yang mengaku dari Adira dan menanyakan pemilik motor Mio M3. Saya bilang motor itu milik saya, lalu mereka meminta membuka bagasi untuk mencocokkan nomor rangka. Saya kemudian menyerahkan kunci motor kepada kakak saya,” ujar Amd.

Suasana sempat memanas ketika sepupu korban mempertanyakan maksud kedatangan kedua pria tersebut. Menurut keterangannya, salah satu pria yang mengaku petugas penagihan itu diduga merespons dengan nada tinggi dan melontarkan ucapan yang dianggap tidak pantas.

Tak lama setelah kejadian, Amd menghubungi ayahnya, Roten Marontoh, yang saat itu sedang berada dalam perjalanan pulang dari luar daerah. Dalam kondisi menangis, Amd mengaku ketakutan atas perlakuan yang diterimanya.

“Yah, ada orang yang mengaku dari Adira datang membentak-bentak kami di Kafe KM 5,” ujar Amd melalui sambungan telepon.

Mendengar laporan anaknya, Roten mengaku sangat terpukul dan tidak menerima perlakuan tersebut.

“Saya sangat kaget ketika anak saya menelepon sambil menangis tersedu-sedu. Sebagai ayah, saya sendiri tidak pernah membentak anak saya. Namun orang asing justru berani membentaknya di tempat umum,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kasus ini kemudian mendapat perhatian dari organisasi Pers Pro Jurnalismedia Siber (DPC PJS) Kabupaten Banggai.

Mereka menilai proses penagihan oleh pihak debt collector harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak boleh disertai intimidasi maupun tekanan verbal.

“Debt collector dalam menjalankan tugas penagihan dilarang menggunakan ancaman, tindakan kekerasan yang bersifat mempermalukan, serta tekanan baik secara fisik maupun verbal,” tegas perwakilan DPC PJS Banggai.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, pada Senin (22/6/2026), Ketua DPC PJS Banggai Abdul Muis Tunekon bersama sejumlah pengurus mendatangi Kantor Adira Finance Cabang Luwuk untuk meminta klarifikasi.

Dalam pertemuan itu, Rahmat selaku Manager bidang WO menjelaskan bahwa pihak yang disebut yang mengatasnamakan Rahmat yaitu Arifin bukan merupakan karyawan internal Adira Finance.

“Arifin bukan anggota kami. Mereka berada dalam organisasi Mata Elang (Matel), apa yang dilakukan oknum di lapangan tentu tidak kami benarkan,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban menyatakan akan menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus ini ke Polres Banggai agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan Adira Finance belum memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait dugaan intimidasi yang dialami korban.*[]

Penulis : Muh Rival Luaumarang

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klik Indonesia.co

Berita Terkait

RSUD Luwuk Terima Mahasiswa Unissula dan Politeknik Cendrawasih Palu
Kepala UPP Luwuk Hadiri Hari Bhayangkara ke- 80 di Polres Banggai
Kepala UPP Kelas II, Meninjau Langsung Pelayanan KM Tilong Kabila Luwuk
Hadiri Tahun Baru Islam 1448 H, Satlantas Banggai Santuni Anak Yatim
Kajian Akademik: Tingginya Beban Kerja Perawat Tak Surutkan Kualitas Layanan RSUD Luwuk
UPP Luwuk Larang Kapal Penumpang Angkut Barang Berbahaya
RSUD Luwuk Perkuat Keamanan dengan 31 Personel Security 24 Jam
Publik Soroti Kebiasaan Merokok di RSUD Luwuk, Warga Minta Pengawasan KTR Diperketat

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:30 WIB

RSUD Luwuk Terima Mahasiswa Unissula dan Politeknik Cendrawasih Palu

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:44 WIB

Kepala UPP Luwuk Hadiri Hari Bhayangkara ke- 80 di Polres Banggai

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:37 WIB

Kepala UPP Kelas II, Meninjau Langsung Pelayanan KM Tilong Kabila Luwuk

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00 WIB

Hadiri Tahun Baru Islam 1448 H, Satlantas Banggai Santuni Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:22 WIB

Kajian Akademik: Tingginya Beban Kerja Perawat Tak Surutkan Kualitas Layanan RSUD Luwuk

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan melaksanakan briefing sebelum memulai Operasi SAR hari kelima pencarian ABK Speedboat Mister Un di Perairan Teluk Tomini, Selasa (28/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:34 WIB

im SAR gabungan melakukan penyisiran di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (27/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Senin, 27 Jul 2026 - 20:33 WIB

Ilham S. Lawidu didampingi Kadis Pariwisata Asrin Soga dan Kepala Pelaksana BPBD Sigit Labolong memantau langsung pemeriksaan kesehatan terhadap 11 wisatawan asing yang selamat dari insiden tenggelamnya SB Mister Un, oleh tim medis RSUD Wakai di Sanctum Una-Una Dive Resort, Sabtu (25/7/2026).

TOUNA

Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:06 WIB

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Bupati Tojo Una-Una Ilham S. Lawidu yang berada di perairan Teluk Tomini, Pulau Una-Una, untuk memantau secara langsung perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban tenggelamnya Speedboat (SB) Mister Un, Sabtu malam (25/7/2026).

TOUNA

Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam

Minggu, 26 Jul 2026 - 07:35 WIB