Kajian Akademik: Tingginya Beban Kerja Perawat Tak Surutkan Kualitas Layanan RSUD Luwuk

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Djunaidi Rahim, Mahasiswa Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Semester 2 - 15 Juni 2026. (ist)

Djunaidi Rahim, Mahasiswa Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Semester 2 - 15 Juni 2026. (ist)

KLIKINDONESIA.CO, LUWUK – Tingginya beban kerja tenaga perawat di RSUD Luwuk menjadi perhatian dalam sebuah kajian akademik yang dilakukan oleh Djunaidi Rahim, mahasiswa Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika (Untika) Luwuk. Kajian tersebut mengulas hubungan antara beban kerja perawat dengan mutu pelayanan keperawatan serta dampaknya terhadap tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan.

Hasil kajian menunjukkan bahwa RSUD Luwuk masih mampu mempertahankan kualitas pelayanan yang baik meskipun menghadapi tingginya jumlah pasien yang harus ditangani setiap tahun. Kondisi ini tercermin dari tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Berdasarkan data pelayanan rawat inap tahun 2025, RSUD Luwuk melayani sebanyak 17.280 pasien rawat inap dengan dukungan 196 tenaga perawat yang bekerja dalam sistem tiga shift, yaitu pagi, siang, dan malam. Sementara itu, tingkat pemanfaatan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) tercatat mencapai 74,93 persen dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berada pada angka 90,96 persen.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Djunaidi Rahim, tingginya angka BOR menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan rawat inap di RSUD Luwuk dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi indikator bahwa tenaga kesehatan, khususnya perawat, menghadapi beban kerja yang cukup besar dalam menjalankan tugas pelayanan sehari-hari.

Dalam analisisnya, setiap perawat rata-rata menangani sekitar 88 pasien per tahun. Meskipun angka tersebut masih berada dalam batas kemampuan pelayanan yang dapat dikelola, distribusi beban kerja antar shift dinilai belum sepenuhnya merata.

Shift pagi menjadi waktu dengan tingkat aktivitas tertinggi karena sebagian besar pelayanan medis, kunjungan dokter, tindakan keperawatan, serta administrasi pasien berlangsung pada periode tersebut. Kondisi ini menyebabkan beban kerja perawat pada shift pagi relatif lebih tinggi dibandingkan shift lainnya.

Kajian tersebut menegaskan bahwa tingginya beban kerja bukan hanya berkaitan dengan jumlah pasien yang dilayani, tetapi juga menyangkut kompleksitas pelayanan yang harus diberikan secara cepat, tepat, dan berkualitas. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya manusia keperawatan menjadi faktor penting dalam menjaga mutu pelayanan rumah sakit.

Meski menghadapi berbagai tantangan, capaian Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 90,96 persen menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap pelayanan RSUD Luwuk. Angka tersebut menjadi bukti bahwa tenaga kesehatan, khususnya perawat, tetap mampu memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berkualitas kepada pasien.

Sebagai bagian dari rekomendasi kebijakan, kajian tersebut mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan SDM keperawatan. Beberapa di antaranya adalah optimalisasi distribusi tenaga perawat pada setiap shift berdasarkan volume pasien, peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan dan sertifikasi profesi, serta penerapan sistem pemantauan beban kerja secara real-time.

Selain itu, program peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar rumah sakit dapat mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih.

Djunaidi Rahim juga merekomendasikan agar RSUD Luwuk menargetkan peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat dari 90,96 persen menjadi di atas 95 persen dalam dua tahun ke depan. Target tersebut dinilai realistis apabila didukung oleh evaluasi pelayanan yang rutin, pemanfaatan teknologi informasi dalam manajemen keperawatan, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkesinambungan.

Secara keseluruhan, hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Luwuk masih berada dalam kategori baik. Dengan tingkat BOR mencapai 74,93 persen dan IKM sebesar 90,96 persen, rumah sakit ini dinilai memiliki fondasi yang di percaya masyarakat.*[]

Sumber : Djunaidi Rahim, Mahasiswa Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Semester 2 – 15 Juni 2026.

Penulis : Muh Rival Luaumarang

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klik Indonesia.co

Berita Terkait

RSUD Luwuk Terima Mahasiswa Unissula dan Politeknik Cendrawasih Palu
Kepala UPP Luwuk Hadiri Hari Bhayangkara ke- 80 di Polres Banggai
Kepala UPP Kelas II, Meninjau Langsung Pelayanan KM Tilong Kabila Luwuk
Hadiri Tahun Baru Islam 1448 H, Satlantas Banggai Santuni Anak Yatim
Oknum Mengaku Debt Collector Adira, Diduga Bentak Anak Di Bawah Umur Saat Penagihan
UPP Luwuk Larang Kapal Penumpang Angkut Barang Berbahaya
RSUD Luwuk Perkuat Keamanan dengan 31 Personel Security 24 Jam
Publik Soroti Kebiasaan Merokok di RSUD Luwuk, Warga Minta Pengawasan KTR Diperketat

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:30 WIB

RSUD Luwuk Terima Mahasiswa Unissula dan Politeknik Cendrawasih Palu

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:44 WIB

Kepala UPP Luwuk Hadiri Hari Bhayangkara ke- 80 di Polres Banggai

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:37 WIB

Kepala UPP Kelas II, Meninjau Langsung Pelayanan KM Tilong Kabila Luwuk

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00 WIB

Hadiri Tahun Baru Islam 1448 H, Satlantas Banggai Santuni Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:22 WIB

Kajian Akademik: Tingginya Beban Kerja Perawat Tak Surutkan Kualitas Layanan RSUD Luwuk

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan melaksanakan briefing sebelum memulai Operasi SAR hari kelima pencarian ABK Speedboat Mister Un di Perairan Teluk Tomini, Selasa (28/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:34 WIB

im SAR gabungan melakukan penyisiran di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (27/7/2026).

TOUNA

Tim SAR Lanjutkan Pencarian ABK Speedboat Mister Un

Senin, 27 Jul 2026 - 20:33 WIB

Ilham S. Lawidu didampingi Kadis Pariwisata Asrin Soga dan Kepala Pelaksana BPBD Sigit Labolong memantau langsung pemeriksaan kesehatan terhadap 11 wisatawan asing yang selamat dari insiden tenggelamnya SB Mister Un, oleh tim medis RSUD Wakai di Sanctum Una-Una Dive Resort, Sabtu (25/7/2026).

TOUNA

Bupati Pastikan 11 WNA SB Mister Un Dapat Perawatan Medis

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:06 WIB

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Bupati Tojo Una-Una Ilham S. Lawidu yang berada di perairan Teluk Tomini, Pulau Una-Una, untuk memantau secara langsung perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban tenggelamnya Speedboat (SB) Mister Un, Sabtu malam (25/7/2026).

TOUNA

Gubernur Sulteng Kawal Operasi SAR SB Mister Un Tenggelam

Minggu, 26 Jul 2026 - 07:35 WIB